AMBON, MalukuTerkini.com – Realisasi puncak arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Pattimura Ambon telah terjadi Minggu (15/3/2026) atau H-6 Lebaran, dengan total pergerakan mencapai 3.687 penumpang.

PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Pattimura Ambon mencatatkan lonjakan trafik penumpang yang signifikan dalam periode monitoring Angkutan Udara Idulfitri 1447 Hijriah.

Angka tersebut menunjukkan performa yang kuat dengan pertumbuhan sebesar 60% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 (2.310 penumpang) serta tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 84% dari trafik tahun 2019 sebelum masa pandemi.

Selain pergerakan penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan sebesar 39% dengan total 39 pergerakan pesawat dalam satu hari pada puncak arus mudik tersebut.

General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menjelaskan kelancaran operasional pada hari puncak mudik merupakan hasil dari kesiapan fasilitas dan koordinasi intensif.

“Kami bersyukur operasional berjalan lancar meskipun terjadi lonjakan pergerakan. Dengan dukungan Airport Operation Control Center (AOCC), kami dapat memantau pergerakan secara real-time dan memastikan rata-rata waktu tunggu penumpang di area check-in tetap optimal di kisaran 9 menit,” jelas Johan Seno Acton dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Rabu (25/3/2026).

Ia merincikan, data internal menunjukkan tiga rute utama yang mendominasi perjalanan selama periode puncak mudik adalah Jakarta (CGK) dengan kontribusi 37%, diikuti oleh Makassar (UPG) 19%, dan Surabaya (SUB) 11%.

“Kesiapan fasilitas penunjang seperti 220 unit trolley dan ketersediaan kursi tunggu sebanyak 913 unit juga dipastikan dalam kondisi prima guna melayani kenyamanan pengguna jasa,” rincinya.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, tandasnya. berkomitmen untuk terus menjaga standar keamanan dan pelayanan (3S+1C) hingga berakhirnya masa posko pada 30 Maret 2026.

“Sinergi bersama Lanud Pattimura, Polsek Bandara, Balai Kekarantinaan Kesehatan, dan Basarnas akan terus ditingkatkan guna memberikan nilai tambah serta rasa aman bagi seluruh masyarakat Maluku yang menggunakan jasa transportasi udara,” tandasnya. (MT-01)