AMBON, MalukuTerkini.com –  Atase Angkatan Laut Kedubes Australia untuk Indonesia Kolonel Mark Daly memimpin upacara peringatan 111 tahun Australian and New Zealand Army Corps (Anzac) Day atau Hari Anzac di Taman Makam Perse­mak­muran atau Ambon War Ce­me­tery, di kawasan Tan­tui, Ambon, Sabtu (25/4/2026).

Kepada malukuterkini.com, usai upacara peringatan tersebut, Mark Daly mengaku sangat terkesan dengan peringatan Anzac Day tahun 2026 ini di Ambon.

“Peringatan Anzac Day ini sangat berkesan bagi kita semua apalagi terkhusus saya. Tahun ini merupakan terakir kali hadir di Ambon karena penugasan saya di Indonesia akan berakhir di bulan Desember 2026,” ungkapnya.

Apalagi, katanya,  ada belasan anggota keluarga veteran dari Australia maupun warga Australia hadir ikut upacara peringatan Anzac Day di Ambon,” ungkapnya.

Pihaknya, kata Mark Daly juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Ambon serta pejabat TNI/Polri yang hadir mengikuti Anzac Day 2026.

“Ini tempat yang akan selalu kita ingat. Apalagi ada banyak orang Australia dan orang New Zealand yang meninggal di Ambon saat perang dunia dulu dan dimakamkan di Taman Makam Perse­mak­muran atau Ambon War Ce­me­tery di kawasan Tan­tui,” katanya,

Ia menambahkan, selain di Ambon, peringatan Anzac Day 2026 juga digelar di Balikpapan, Denpasar, Surabaya dan Jakarta.

“Peringatan Anzac Day di Ambon, Balikpapan dan Jakarta ada Taman Makam Perse­mak­muran. Di Denpasar karena ada banyak warga Australia yang beraktivitas sedangkan di Surabaya karena ada Konsulat Jenderal Australia di Surabaya,” ujarnya.

Anzac Day yang digelar setiap tahun pada 25 April, menandai pen­daratan pasukan Australia dan Selandia Baru di Gallipoli, Turki, pada tahun 1915.

Di Ambon, diperingati de­ngan upacara subuh, yang dipandu Atase Angkatan Laut Kedubes Australia untuk Indonesia Captain Mark Daly. Upacara dimulai pukul 05.30 WIT.

Hari Anzac yang digelar setiap tahun pada 25 April, menandai pendaratan pasukan Australia dan Selandia Baru di Gallipoli, Turki, pada tahun 1915.

Di Ambon, diperingati dengan upacara subuh, yang dipandu Atase Angkatan Laut Kedubes Australia untuk Indonesia Kolonel Mark L Daly. Upacara dimulai pukul 05.30 WIT.

Upacara Anzac Day 2026 di Ambon dihadiri Todd Diaz (Konsul Jenderal Australia di Makassar). Hadir juga Belasan keluarga veteran maupun warga Australia.

Turut hadir juga Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Maluku Kombes Pol Donni Eka Syapura, Asisten Intelijen Komandan Kodaeral IX Kolonel Laut (KH) Iwan Hariwanto,

Saat upacara tersebut, Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Diaz bersama Wali Kota Ambon, sejumlah pejabat maupun keluarga veteran yang hadir turut meletakan karangan bunga poppy merah dan rosemary yang dibawa khusus dari Australia, pada tugu peringatan yang berada di ba­gian tengah makam persemakmuran War Cemetery, di kawasan Tantui.

Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Diaz menjelaskan peringatan Anzac Day berlangsung serentak di seluruh dunia.

“Anzac Day diperingati setiap 25 April, sesuai tanggal pendaratan tentara Australia dan Selandia Baru di Gallipoli, Turki, pada 1915. Lebih dari 10.000 orang tentara Australia dan Selandia Baru gugur dalam selama delapan bulan di Turki pada Perang Dunia I,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, di Taman Makam Persemakmur­an din kawasan Tantui – Ambon yang menjadi lokasi peringatan 108 tahun Anzac Day atau Hari Anzac, teronggok ke­rangka ribuan tentara sekutu dari 6 negara. Total­nya seba­nyak 2.137 makam, terdiri dari 1.092 tentara Australia, terma­suk 694 tentara dari total dari 1.131 anggota pasukan elit batalion 21, Divisi II  Gull­Force atau pasukan infantri Australia yang gugur.

Selain itu 810 tentara Inggris, 186 Belanda, 30 India, 2 Kanada, Selandia baru dan Afrika Selatan masing-masing 1 dan 15 orang dari beberapa negara sekutu lainnya.

Di bagian depan Taman terdapat Memorial Building Ambon. Bangunan mirip halte bus, terbuat dari beton berkualitas tinggi dengan desain eksterior berkelas.

Di kedua sisi dindingnya terpam­pang lembaran tem­baga berukuran sekira 3×2 meter persegi yang diatasnya terukir dengan huruf timbul nama tentara dan penerbang Australia yang gugur di tanah Maluku, Sulawesi dan Kepulauan sekitarnya pada saat Perang Dunia II, termasuk yang tidak diketahui dan ditemukan jenasah­nya.

Setiap nama dilengkapi nomor prajurit, pangkat dan jabatan ter­akhir serta nama asal kesatuan. Dari data yang terpampang, umumnya mere­ka berasal dari Ang­kat­an Udara Australia, selain bebe­ra­pa yang berasal dari kesatu­an Angkatan Laut dan Ang­katan Darat Australia.

Lokasi Taman Makam Per­semakmuran Tantui, pada saat Perang Dunia II, sebe­lum­nya menjadi menjadi markas Batalyon 2/21 Austra­lia GullForce, dan kemudian berubah menjadi lokasi kam tahanan tentara negara-nega­ra persemak­muran oleh tentara Jepang.

Batu-batu nisan berukuran sebe­sar laptop dengan tinggi hanya be­berapa sentimeter di atas tanah seolah tak terli­hat diatas hamparan rumput hijau yang dipangkas rapih. Namun ketika melangkahkan kaki ke bagian tengah barulah batu-batu nisan itu tampak bertebaran dimana-mana. (MT-01)