AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, secara resmi membuka Pelatihan Komunikasi Persuasif dan Microexpression yang diselenggarakan Sekretariat Direktorat Jenderal Imigrasi di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan ini menjadi yang pertama kali digelar Direktorat Jenderal Imigrasi di Kota Ambon sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Imigrasi.

Dalam sambutannya, Gindo Ginting menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi secara persuasif dan memahami microexpression merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap insan Imigrasi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.

“Pelatihan ini menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap insan Imigrasi. Kemampuan berkomunikasi secara persuasif dan memahami microexpression akan membantu kita dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis, membangun kepercayaan masyarakat, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pelaksanaan tugas,” ujar Gindo.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan sinergi antarsatuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan baik yang selama ini telah terjalin. Meskipun saat ini berada pada kementerian yang berbeda, kita memiliki sejarah panjang sebagai satu keluarga besar sehingga sinergi dan komunikasi yang baik perlu terus dijaga,” katanya.

Pelatihan yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku, Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku Utara, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Khusus Makassar, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ternate, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, serta Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Tobelo.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan dari Tim Biro Psikodinamika dengan narasumber Poppy Amalia. Materi pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami perilaku manusia serta mengoptimalkan efektivitas komunikasi.

Melalui pelatihan tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi berharap dapat meningkatkan kemampuan pegawai dalam menganalisis karakter dan perilaku seseorang melalui pendekatan microexpression, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi persuasif untuk membangun kepercayaan, memengaruhi sikap, serta menyampaikan pesan secara efektif sesuai tujuan komunikasi.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan kompeten guna meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian serta memperkuat implementasi semangat “Imigrasi untuk Rakyat.” (MT-04)