AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku di Negeri Passo, Kota Ambon, Kamis (6/8/2026).
Saat sidak tersebut, ia menginstruksikan pihak pengelola pendidikan untuk memperkuat materi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal Maluku ke dalam proses pendidikan kepolisian.
Langkah penguatan kurikulum berbasis lokal ini bertujuan agar para lulusan SPN tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, tetapi juga dibekali kecerdasan sosial dan budaya saat diterjunkan bertugas di tengah masyarakat.
“Anggota Polri yang bertugas di Maluku harus memahami masyarakat Maluku. Mereka harus mengenal budayanya, memahami karakter sosialnya, serta mampu menggunakan pendekatan-pendekatan lokal dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.

Ia mengatakan, filosofi hidup orang basudara dan kearifan lokal Pela Gandong merupakan modal sosial yang sangat besar dalam upaya menjaga keamanan serta memperkuat persatuan di wilayah Maluku.
“Pendekatan berbasis budaya ini akan membuat kehadiran personil Polri semakin diterima dengan hangat oleh masyarakat. Selain memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen bangsa, strategi kearifan lokal tersebut dinilai sangat efektif untuk mencegah konflik internal dan memelihara keamanan secara berkelanjutan,” kata mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Selain penguatan nilai tradisi, Kapolda juga memaparkan pentingnya modernisasi kurikulum pendidikan kepolisian di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi serta maraknya bentuk kejahatan baru.
“Kawah candradimuka Polri harus mampu menghasilkan personel yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta cepat dalam mengambil keputusan. Meski demikian, semua kemampuan teknis dan digital tersebut harus tetap berjalan selaras dengan integritas tinggi, etika, disiplin, profesionalisme, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” ungkap mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.
Kapolda juga mengingatkan peningkatan kualitas pendidikan kepolisian merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan evaluasi serta inovasi berkesinambungan agar lulusan SPN senantiasa menjadi Bhayangkara yang unggul dan dipercaya publik.
“Jangan pernah berhenti melakukan evaluasi. Pendidikan harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Kita ingin setiap lulusan SPN menjadi anggota Polri yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus menjadi kebanggaan institusi dan masyarakat,” tandas mantan Kapolrestabes Medan ini.
Ia juga menegaskan mutu pelayan kepolisian di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dibentuk saat ini.
“Seluruh jajaran pengajar dan pengasuh di SPN Polda Maluku untuk menjadikan lembaga tersebut sebagai sarana pencetak anggota Polri Presisi yang profesional, berintegritas, humanis, serta benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tandas mantan Wakapolrestabes Bandung ini.
Saat sidak tersebut, Kapolda didampingi Karo SDM Polda Maluku, Karo Logistik Polda Maluku, Kabiddokkes Polda Maluku, Korspripim Polda Maluku, serta diterima langsung oleh Kepala SPN Polda Maluku bersama seluruh pejabat utama, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan staf SPN. (MT-04)
