TERNATE, MalukuTerkini.com – Bentuk komitmen dan perhatian penuh terhadap pemajuan seni budaya daerah kembali ditunjukkan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Gubernur Sherly meninjau langsung kesiapan serta mendengarkan penampilan musik dari Sanggar Bengkel Seni Baskara (Bastiong Karance), Ternate, Kamis (6/8/2026)
Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan kontingen Maluku Utara yang dijadwalkan tampil memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Gubernur Sherly tampak antusias dan memberikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap setiap langkah seniman yang mengharumkan nama Maluku Utara di tingkat nasional.

Pada perhelatan di Istana Negara kali ini, Sanggar Seni Baskara Maluku Utara memboyong tim representatif beranggotakan kurang lebih 18 orang, di antaranya: pemusik perempuan 6 orang (Kelurahan Bastiong Karance, Ternate) dan pemusik laki-laki 5 orang (Desa Pediwang, Kao, Halmahera Utara), ditambah dengan penari, serta 1 orang pelatih dan official .
Aransemen musik yang dibawakan mengusung semangat keberagaman bumi Moloku Kieraha. Rangkaian musik khas Yanger menyatukan berbagai deretan lagu daerah dari Ternate, Morotai, Tobelo, Galela, hingga Sula—di antaranya Tata Haniwa, Nun Incana, Bela Yaite, Kiya Mangofa hingga Siben Popo .
Koreografer dan kurator seni pertunjukan nasional, Eko “Pece” Supriyanto mengaku alasan dipilihnya Sanggar Bengkel Seni Baskara untuk mewakili Maluku Utara di skema penampilan ilustrasi musik Istana Negara tahun ini karena potensi seniman di akar rumput Maluku Utara sangat kuat, tidak hanya dari segi kualitas kepenarian dan musik, tetapi juga mentalitas profesionalismenya.
“Dipilihnya Sanggar Baskara karena dedikasi, keseriusan, dan profesionalitasnya yang tinggi. Ini murni pengabdian untuk negara,” ungkapnya.
Eko juga memberikan apresiasi tinggi atas visi dan kepekaan Gubernur Sherly dalam memanfaatkan kebudayaan sebagai sarana diplomasi daerah.
“Sudah terlihat betul bahwa Ibu Gubernur Sherly dari dulu concern dan memiliki dedikasi tinggi. Beliau menyadari kekuatan kita adalah budaya dan kesenian. Diplomasi kenegaraan itu salah satunya dari budaya,” jelasnya.
Kesempatan berharga tampil di Istana Negara ini disambut rasa haru dan bangga oleh seniman lokal yang juga personel Sanggar Seni Baskara, Masrina Yusuf (52).
Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian penuh dari Gubernur Sherly tersebut.
“Buat Ibu Gubernur, terima kasih so bawa mama-mama Maluku Utara tampil di Istana. Mudah-mudahan bukan cuma kali ini saja, tapi seterusnya bisa membanggakan nama Maluku Utara,” jelas Masrina.
Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk terus semangat mengembangkan musik tradisional Yanger dan lainnya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Maluku Utara, Tahmid Wahab, menegaskan partisipasi ini merupakan sebuah bentuk penghargaan kehormatan bagi seluruh masyarakat Maluku Utara.
“Seluruh pihak bersama tim yang dikoordinasi Mas Eko terlibat aktif. Semoga di hari-H nanti para seniman kita bisa tampil maksimal,” tandasnya.
Ia mengatakan, rombongan dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 13 Agustus mendatang untuk menjalani serangkaian gladi bersih bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Kementerian Sekretariat Negara sebelum tampil maksimal pada hari puncak HUT RI.
Melalui kolaborasi antara seniman lokal, kurator nasional, dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah pimpinan Gubernur Sherly, penampilan musik tradisional ini diharapkan mampu memukau para tamu negara di Istana Jakarta pada perayaan Ke-81 Kemerdekaan RI. dengan baik. (MT-08)
