AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meninjau lokasi situasi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pasca penyerangan oleh warga Desa Lisabata.

Kapolda bersama Pangdam tiba di Desa Patahuwe Sabtu (12/9/2026) dini hari. Kehadiran langsung kedua pimpinan TNI-Polri tersebut menjadi bagian dari langkah cepat untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mencegah berkembangnya ketegangan di tengah masyarakat.

Setibanya di Patahuwe sekitar pukul 02.20 WIT, Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura langsung meninjau lokasi rumah warga yang dibakar serta melihat kondisi masyarakat terdampak.

Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe di Kantor Camat Taniwel.


Pertemuan juga melibatkan unsur pemerintah daerah dan jajaran terkait untuk mencari langkah penyelesaian yang cepat, aman dan tidak memperluas persoalan.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan masyarakat kedua desa harus menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pihak-pihak yang dapat memperkeruh keadaan.

Kapolda meminta masing-masing kepala desa atau raja untuk mengambil peran aktif menenangkan warganya serta membangun komunikasi yang cepat apabila muncul persoalan di lapangan.

 “Masing-masing raja harus menenangkan masyarakatnya. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Jangan sampai ada orang yang memprovokasi atau orang-orang yang tidak menginginkan Maluku ini aman,” tandasnya.

Kapolda juga meminta masyarakat Patahuwe untuk tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar persoalan.

“Saya minta masyarakat Patahuwe bersabar. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mari kita jaga bersama keamanan dan persaudaraan,” ujarnya.

Senada dengan Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan kehadiran dirinya bersama Kapolda di Taniwel merupakan bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat.

“Kami hadir di sini karena sayang kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan keresahan yang lebih luas,” tandasmua.

Pangdam juga mendorong agar penyelesaian persoalan dilakukan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong, termasuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak.

Ia meminta para kepala desa dan tokoh masyarakat memberikan pemahaman kepada warganya agar tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperpanjang persoalan.

Di tempat yang sama,Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama juga meminta seluruh masyarakat kedua desa menghentikan tindakan maupun narasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Pemerintah daerah, katanya, akan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara damai. (MT-04)