AMBON, MalukuTerkini.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku beserta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 11 kabupaten/kota se-Maluku dijadwalkan dilantik di Kantor Gubernur Maluku, Minggu (20/9/2026).

Prosesi pelantikan akan dipimpin Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. Dalam kepengurusan baru ini, DPD HKTI Provinsi Maluku akan dipimpin oleh Hendrik Lewerissa S.H., LL.M. yang juga Gubernur Maluku.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pelantikan DPD HKTI Provinsi Maluku, Dr. Jeter Donald Siwalette, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa saat ini panitia terus bekerja intensif melakukan berbagai persiapan guna mematangkan agenda pelantikan tersebut. Ia memastikan seluruh pengurus DPC dari 11 kabupaten dan kota di wilayah Maluku telah menyatakan kesiapannya untuk hadir secara langsung.

Selain Hendrik Lewerissa yang menduduki posisi Ketua DPD HKTI Provinsi Maluku, struktur inti kepengurusan juga diperkuat oleh Prof. Dr. Ir. August Ernst Pattiselanno, M.Si. selaku Ketua Harian, serta Dr. Ir. Ilham Tauda, SP., M.Si. yang menjabat sebagai Sekretaris.

Prof Pattiselano saat ini menjabat Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Pattimura (Unpatti) sedangkan Dr Ilham Tauda merupakan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Siwalette menegaskan HKTI memegang peranan yang sangat krusial sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di Kepulauan Maluku. Momen pelantikan ini dinilainya sangat krusial untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.

“Pelantikan kepengurusan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan petani dan tantangan pembangunan pertanian di masa mendatang,” tandas Siwalette kepada malukuterkini.com di Ambon, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, HKTI memikul tanggung jawab besar untuk hadir sebagai wadah perjuangan dan penguatan bagi masyarakat petani.

“Melalui kepengurusan yang baru, HKTI Maluku akan memfokuskan kinerjanya pada penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kualitas produksi pertanian, hingga pemberian pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengadopsi teknologi pertanian modern,” jelas Siwalette yang saat ini menjabat Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FAPERTA Unpatti.

Menurut Siwalette, pendekatan pembangunan sektor pertanian di Maluku tidak boleh disamaratakan, melainkan wajib disesuaikan dengan karakteristik khas serta potensi tiap-tiap wilayah.

“Setiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, program kerja HKTI harus mampu menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” ungkpnya.

Melalui semangat konsolidasi dan kepemimpinan baru ini, Siwalette optimis HKTI akan semakin berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan sektor pertanian.

“HKTI diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya. (MT-01)