AMBON, MalukuTerkini.com –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Maluku mulai 25 September – 2 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Kamis (24/9/2026) merincikan fenomena fase bulan purnama yang jatuh pada 26 September 2026 menjadi pemicu utama peningkatan ketinggian air laut maksimum di perairan Maluku.

“Berdasarkan hasil pemantauan data elevasi air laut (water level) serta prediksi pasang surut, terdapat lima kawasan pesisir yang berpotensi terdampak fenomena alam tersebut, meliputi Pesisir Kota Ambon, Pesisir Kabupaten Maluku Tengah, Pesisir Kepulauan Kei, Pesisir Kepulauan Aru, dan Pesisir Kepulauan Tanimbar,” rincinya.

Ia menjelaskan durasi serta waktu terjadinya gelombang pasang dan banjir rob di tiap daerah akan bervariasi karena sangat bergantung pada karakteristik geografis serta dinamika pasang surut lokal di masing-masing wilayah pesisir.



“Potensi banjir pesisir (rob) ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan aktivitas di pemukiman pesisir,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, BMKG meminta masyarakat pesisir maupun pelaku usaha logistik laut untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap sarana dan prasarana di area pelabuhan maupun pemukiman.

“Masyarakat diimbau agar tidak panik serta selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” tandas Mujahidin.(MT-06)