AMBON, MalukuTerkini.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy Ambon, dr. Winny Natacia Leiwakabessy, Sp.PA, M.Kes, mengingatkan 77 dokter muda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) untuk senantiasa mengedepankan integritas dan empati saat melayani masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan dalam sambutannya saat Ikrar Dokter Muda FK Unpatti yang berlangsung di Aula FK Unpatti, Ambon, Senin (28/9/2026).
Leiwakabessy menegaskan momen pengucapan ikrar profesi bukanlah akhir dari rangkaian proses pendidikan, melainkan gerbang awal dari perjalanan panjang untuk menimba ilmu secara langsung dari para pasien, pembimbing, serta pengalaman di lapangan.
“Ikrar yang baru saja diucapkan bukan sekadar rangkaian kata-kata. Ikrar tersebut merupakan janji moral, janji profesi, sekaligus komitmen kepada Tuhan, kepada masyarakat, dan kepada diri sendiri untuk menjalankan profesi dokter dengan penuh integritas, kejujuran, empati, dan tanggung jawab,” tandasnya.
Sebagai rumah sakit rujukan utama Provinsi Maluku sekaligus rumah sakit pendidikan, menurutnya, RSUD dr. M. Haulussy siap menjadi wadah bagi para dokter muda untuk belajar menghadapi realita pelayanan kesehatan secara langsung. Di tempat ini, para dokter muda akan berhadapan dengan berbagai kasus medis sekaligus dinamika emosional pasien.
“Di rumah sakit, para dokter muda tidak hanya akan menemukan berbagai penyakit, tetapi juga akan belajar memahami harapan, kecemasan, bahkan air mata pasien dan keluarganya,” ungkapnya.
Ia meminta para dokter muda tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dan rasa hormat kepada semua pihak, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, ekonomi, agama, maupun suku.
“Sikap saling menghargai juga harus ditunjukkan kepada dokter pembimbing klinik, perawat, hingga seluruh staf rumah sakit,” ujarnya.

Leiwakabessy juga mengingatkan para dokter muda untuk menjaga keselamatan pasien sebagai prioritas tertinggi dalam setiap tindakan medis, yang hanya bisa dicapai melalui kedisiplinan dan kerja sama tim yang solid.
“Ingatlah keselamatan pasien harus selalu menjadi prioritas utama. Bangunlah budaya disiplin, komunikasi yang baik, kerja sama tim, dan jangan pernah berhenti belajar. Seorang dokter yang baik adalah dokter yang terus memperbaiki dirinya sepanjang hayat,” tandasnya.
Ia berharap selama menjalani kepaniteraan klinik, seluruh dokter muda dapat menjaga etika dan almamater.
“Jadikan setiap pasien sebagai guru, setiap tantangan sebagai pembelajaran, dan setiap pengalaman sebagai bekal untuk tumbuh menjadi tenaga medis yang profesional sekaligus humanistis,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, prosesi Ikrar Janji Dokter Muda oleh jajaran pimpinan FK Unpatti, Direktur beserta Komkordik RSUD Haulussy Ambon, para dosen, tenaga kependidikan, para pemuka agama, serta orang tua dan keluarga para Dokter.
Prosesi diawali dengan prosesi masuk para dokter muda yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Kedokteran FK Unpatti, dr. Valentine Hursepuny, S.MK.
Selanjutnya, pembacaan lafal Ikrar Janji Dokter Muda dipimpin langsung oleh Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., dan disaksikan oleh para pemuka agama.
Usai pengucapan ikrar, ke-77 Dokter Muda secara resmi diserahkan kepada RSUD dr. M. Haulussy Ambon sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Penyerahan diterima langsung oleh Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Winny N. Leiwakabessy, Sp.PA., M.Kes. (MT-01)
