AMBON, MalukuTerkini.com – Kinerja ekspor Provinsi Maluku mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dengan lonjakan nilai ekspor sebesar 37,62 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia menyatakan bahwa total nilai ekspor daerah ini meningkat signifikan dari US$ 28,65 juta menjadi US$ 39,43 juta.
Pertumbuhan pesat tersebut sepenuhnya disokong oleh kinerja sektor nonmigas, di mana kelompok komoditas ikan dan udang memegang peran penuh terhadap keseluruhan capaian.
“Peningkatan ekspor Januari hingga Agustus 2026 dibanding periode tahun lalu disebabkan meningkatnya nilai ekspor nonmigas yaitu kelompok ikan dan udang dengan peran penuh terhadap nilai ekspor,” kata Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Kamis (1/10/2026).
Kendati mencatatkan raihan positif, Pattiwaellapia mengaku struktur ekspor Provinsi Maluku hingga saat ini masih sangat bergantung pada satu komoditas utama semata.
“Hal itu terjadi lantaran tidak adanya kontribusi dari golongan barang lain, seperti sektor bahan bakar mineral selama kurun waktu tersebut,” ungkapnya.
Secara bulanan, jelasnya, nilai ekspor Maluku pada Agustus 2026 berhasil menyentuh angka US$ 6,07 juta.
“Angka ini menandai pemulihan performa dagang daerah yang cukup tajam, mengingat pada bulan Agustus 2025 lalu Provinsi Maluku sama sekali tidak mencatatkan adanya aktivitas pengiriman barang ekspor ke luar negeri,” jelasnya.
Peningkatan performa bulanan tersebut, katanya, kembali didorong oleh adanya ekspor sektor nonmigas, terutama pengiriman komoditas hasil laut unggulan daerah berupa ikan dan udang. (MT-06)
