AMBON, MalukuTerkini.com – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas AM Djiwandono, mengaku volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Maluku hingga Agustus 2026 tumbuh sebesar 629,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut disampaikan Thomas saat memberikan sambutan secara virtual pada pembukaan Maluku Manggurebe 2026 di Pattimura Park, Ambon, Jumat (9/10/2026).
Thomas mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Maluku.
“Bank Indonesia akan terus mendorong adopsi sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui QRIS,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi tidak boleh berhenti pada penggunaan pembayaran nontunai. Lebih dari itu, teknologi digital harus menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta mengintegrasikan rantai pasok antarpelaku UMKM.
“BI terus menghadirkan edukasi dan pengalaman penggunaan QRIS kepada masyarakat, termasuk melalui stan Bank Indonesia dalam rangkaian Maluku Manggurebe 2026.” ungkapnya.
Thomas juga menegaskan komitmen BI untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah guna mengoptimalkan pengelolaan keuangan di wilayah Maluku. (MT-04)

