BULA, MalukuTerkini.com – Perhelatan akbar Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Fest Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tahun 2026 siap digelar di Bula, 13 – 15 Oktober 2026.

Festival yang menjadi ajang bergengsi perpaduan seni budaya Islami dan pemberdayaan masyarakat ini telah mematangkan seluruh rangkaian persiapannya.

Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, panitia pelaksana kali ini mengambil langkah inovatif dengan mengintegrasikan gelaran festival secara langsung dengan penguatan sektor ekonomi kreatif serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di wilayah Seram Bagian Timur.

Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten SBT, M Miftah Wattimena, menegaskan panggung festival tahun ini dirancang agar tidak lagi sekadar menjadi tempat perlombaan seni budaya semata.


“Perhelatan tersebut harus mampu bertransformasi menjadi pendorong utama roda perekonomian daerah melalui penyediaan ruang yang luas dan strategis bagi para pelaku usaha kreatif tempatan,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Vitho itu menyampaikan hal tersebut kepada malukuterkini.com saat meninjau langsung kesiapan arena pelaksanaan di Gedung Olahraga (GOR) Bula pada Sabtu (10/10/2026).

Vitho yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Seram Bagian Timur, menjelaskan DPD LASQI NJ Kabupaten SBT secara spesifik telah memasukkan agenda pemberdayaan ekonomi umat berbasis UMKM ke dalam struktur perencanaan festival.

“Integrasi ini sangat krusial agar kegiatan keagamaan dan kebudayaan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Dikatakan, Pemkab SBT bersama jajaran pengurus DPD LASQI NJ SBT melihat adanya potensi efek berganda (multiplier effect) yang sangat besar dari penyelenggaraan ajang ini.

“Para penonton yang hadir dari berbagai penjuru wilayah untuk menikmati kompetisi bintang vokalis gambus, pop Islami, hingga pertunjukan band religi secara otomatis akan menjadi target pasar yang sangat potensial bagi jualan produk-produk kreatif dan kuliner khas daerah,” katanya.

Ia berharap agar kombinasi antara industri pertunjukan seni Islami dan penyediaan lapak dagang bagi pedagang lokal mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara instan serta signifikan selama festival berlangsung.

“Penyelenggaraan LASQI FEST 2026 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus sarana melestarikan nilai-nilai seni Islami di Kabupaten SBT,” tandasnya. (MT-07)