AMBON, MalukuTerkini.com – Seorang nelayan asal Pulau Banda, Usman Bugal (50), yang sempat dilaporkan hilang kontak akibat terjebak kabut tebal dan asap saat melaut di perairan Pulau Run, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan setelah sempat terbawa arus hingga ke perairan Pulau Manuk, yang berjarak sekitar 67 mil laut dari lokasi awal kejadian.
Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh kru Kapal Pesiar White Manta di Perairan Pulau Manuk. Tim SAR Gabugan kemudian mengevakuasi korban dari Kapal Pesiar White Manta.
Peristiwa tersebut bermula ketika Usman berangkat melaut sendirian menggunakan perahu ketinting dari Pulau Banda Besar pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIT. Korban berniat menuju titik pemancingan di sekitar perairan Pulau Run.
Namun, hingga malam hari korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga yang khawatir langsung melaporkan kejadian tersebut untuk dilakukan pencarian awal di sekitar perairan setempat.
Memasuki hari kedua operasi pencarian pada Kamis (15/10/2026), Tim SAR Gabungan serta warga masyarakat kembali dikerahkan. Tim bergerak menyisir beberapa titik koordinat sesuai pemetaan SAR MAPS guna memantau keberadaan perahu korban.
Di tengah proses penyisiran, titik terang pencarian mulai terlihat pada pagi hari. Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, mengungkapkan bahwa sekitar pukul 09.35 WIT pihaknya menerima laporan penting mengenai keberadaan korban yang telah diselamatkan oleh sebuah kapal wisata.
“Tim SAR Gabungan menerima informasi korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Kapal Pesiar White Manta di Perairan Pulau Manuk, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jarak sekitar 67 mil laut dari lokasi kejadian awal,” ungkap Risamasu, Jumat (16/10/2026).
Menindaklanjuti kabar tersebut, katanya, personel Pos SAR Banda langsung menyiapkan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan membawa pasokan bahan bakar cadangan yang cukup banyak.
“Tim segera menempuh perjalanan jarak jauh menuju perairan Pulau Manuk agar proses evakuasi dapat dilakukan sebelum hari mulai gelap,” katanya.
Dijelaskan, perjalanan penjemputan berjalan lancar hingga tim tiba di lokasi sasaran menjelang sore hari.
“Sekitar pukul 16.43 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil sampai di Pulau Manuk dan langsung memindahkan Usman dari atas Kapal Pesiar White Manta ke RIB untuk dibawa kembali menuju rumahnya di Pulau Banda,” jelasmya.
Dikatakan, setelah menempuh perjalanan laut selama beberapa jam, rombongan akhirnya tiba di pelabuhan tujuan dengan selamat pada malam harinya.
“Sekitar pukul 22.50 WIT, Tim SAR Gabungan secara resmi menyerahkan Usman kepada pihak keluarga yang telah menunggu,” katanya.
RIsamasu mengaku sesuai keterangan langsung dari korban usai dievakuasi, termyata korba kehilangan arah saat pandangannya terhalang oleh kabut tebal dan asap yang menyelimuti lautan.
Mengingat kondisi visual yang sangat terbatas dan berbahaya, korban memutuskan untuk mematikan mesin perahunya dan memilih membiarkan perahunya hanyut mengikuti arah arus laut.
“Selama berhari-hari terombang-ambing di tengah lautan, korban bertahan hidup dan beristirahat di dalam perahunya sejak Selasa (13/10/2026) hingga akhirnya tiba di perairan Pulau Manuk. Di lokasi tersebut, Kapal Pesiar White Manta yang sedang berlabuh untuk memfasilitasi penyelaman para wisatawan melihat perahu korban dan langsung memberikan pertolongan,” ungkapnya. (MT-06)

