AMBON, MalukuTerkini.com – Ribuan warga memadati Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Kamis (22/10/2026), untuk mengikuti kegiatan Maluku Bermazmur 2026.

Tidak hanya datang untuk beribadah dan memuji Tuhan, sejumlah warga juga berharap memperoleh kesembuhan atas penyakit yang telah lama mereka derita.

Kegiatan bertaraf internasional ini menghadirkan Pastor Paul Enenche, pendeta senior sekaligus pendiri Dunamis International Gospel Centre (DIGC).

Selain dikenal sebagai pemimpin gereja, Paul Enenche juga merupakan seorang dokter medis, penulis, dan penyanyi gospel terkemuka.

Dalam pelayanan tersebut, Paul Enenche didampingi sang istri, Becky Inyangbe Enenche, bersama tim pelayanan mereka. Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian pelayanan rohani yang diikuti ribuan warga dari Kota Ambon dan sekitarnya.

Suasana stadion semakin emosional ketika sejumlah warga dengan berbagai keluhan kesehatan maju untuk mendapatkan pelayanan doa. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami perubahan kondisi fisik setelah mengikuti pelayanan tersebut.

Warga yang sebelumnya menggunakan tongkat maupun kursi roda disebut-sebut mencoba kembali berdiri dan berjalan. Selain itu, terdapat pula kesaksian dari warga yang mengaku mengalami perubahan pada kondisi pendengaran mereka.

Kesaksian-kesaksian tersebut menjadi salah satu bagian yang menyita perhatian peserta Maluku Bermazmur 2026.

Salah satu kisah yang menjadi perhatian dalam kegiatan itu adalah pengalaman Soleman Metanfanuan, pria berusia 35 tahun yang berdomisili di Hative Kecil, Ambon.

Soleman datang dengan harapan memperoleh kesembuhan dari penyakit hernia yang menurut keterangan yang disampaikan telah dideritanya selama sekitar 10 tahun.

Namun, di tengah kegiatan, kondisinya sempat menurun hingga terjatuh di dalam stadion. Ia kemudian mendapat penanganan dari tim kesehatan setelah mengalami penurunan saturasi oksigen secara drastis.

Di tengah situasi tersebut, Soleman selanjutnya mengikuti pelayanan doa yang dipimpin Pastor Paul Enenche.

Dalam kesaksian yang disampaikan, Soleman disebut mengalami perubahan kondisi setelah pelayanan tersebut. Ia bahkan dilaporkan dapat kembali berdiri dan berjalan.

Peristiwa itu menarik perhatian warga yang hadir. Bagi sebagian peserta, pengalaman Soleman menjadi kesaksian iman yang menguatkan harapan mereka untuk terus berdoa dan percaya kepada Tuhan.

Meski demikian, kondisi medis Soleman setelah kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan tenaga kesehatan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya secara objektif.

Maluku Bermazmur 2026 tidak hanya menjadi ruang perjumpaan ribuan warga dalam pujian dan penyembahan, tetapi juga menghadirkan berbagai kesaksian dari peserta yang datang dengan pergumulan hidup dan persoalan kesehatan.

Sejumlah warga berharap pelayanan doa yang mereka ikuti membawa perubahan bagi kondisi masing-masing. Kesaksian mengenai warga yang sebelumnya mengalami keterbatasan gerak, menggunakan alat bantu berjalan, hingga keluhan pendengaran menjadi bagian yang ramai diperbincangkan di tengah kegiatan.

Bagi para peserta, momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang penuh harapan. Namun, klaim kesembuhan dari penyakit tetap memerlukan verifikasi medis agar kondisi kesehatan setiap warga dapat dipastikan secara tepat.

Kehadiran Pastor Paul Enenche bersama tim pelayanan internasionalnya menjadikan Maluku Bermazmur 2026 sebagai salah satu kegiatan keagamaan yang menyedot perhatian masyarakat di Kota Ambon. (MT-04)