AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) terus berkomitmen menyiapkan tenaga dokter berkualitas untuk mendukung pelayanan kesehatan di Maluku.

Namun, upaya mencetak dokter profesional dan kompeten tersebut diharapkan diikuti dengan dukungan pemerintah daerah melalui pembukaan peluang pengabdian serta penempatan dokter di wilayah yang membutuhkan.

Harapan tersebut disampaikan Rektor Unpatti, Prof. Dr. Freddy Leiwakabessy, M.Pd., dalam sambutannya pada prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan 38 dokter baru lulusan Angkatan 40 Periode November 2026 yang dipusatkan di Gedung Presisi Mapolda Maluku, Rabu (4/11/2026).

Leiwakabessy mengatakan, Unpatti saat ini telah memiliki program pendidikan dokter umum, profesi dokter, kedokteran gigi hingga pendidikan dokter spesialis.

“Keberadaan berbagai program pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan tenaga medis di Maluku,” katanya.

Menurutnya, keberlanjutan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan kedokteran, sehingga mampu menghasilkan tenaga dokter yang berkualitas.

“Harapan kami, kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi dapat meningkatkan proses pendidikan, sehingga kita mendapatkan tenaga-tenaga dokter yang berkualitas bisa tetap berlanjut dan konkret dalam kerja sama ini,” ungkapnya.

Leiwakabessy menegaskan, dukungan pemerintah daerah tidak hanya dibutuhkan dalam aspek pengembangan pendidikan, tetapi juga penyediaan fasilitas dan sarana prasarana pembelajaran, termasuk rumah sakit yang dapat menunjang proses pendidikan dokter.

“Ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai merupakan faktor penting dalam membentuk kompetensi dan keterampilan calon dokter sebelum mereka terjun memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap semua kita bisa bekerja sama dan betul-betul memperhatikan pendidikan anak-anak kita ini,” tandasnya.

Ia berharap, para dokter yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan kesehatan di daerah.

“Keberhasilan menyelesaikan pendidikan kedokteran harus diikuti dengan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh.Pertanyaan yang penting bagi kita adalah para dokter yang baru lulus ini mereka dikemanakan, mereka ditempatkan di mana?” katanya.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan kedokteran, menurutnya, perlu diikuti dengan pemanfaatan tenaga dokter secara optimal sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

“Setelah ini, apakah harapan-harapan orang tua, harapan daerah, harapan bangsa, bahwa mereka ini sebagai tenaga-tenaga yang memiliki kecerdasan, memiliki skill di bidang pelayanan kesehatan bisa kemudian termanfaatkan atau digunakan secara baik di tengah-tengah kebutuhan pelayanan kesehatan yang kita butuhkan sekarang,” ungkapnya.

Leiwakabessy juga berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang kerja sama yang konkret, terutama dalam penempatan dokter untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Maluku.

“Ini penting sekali untuk bisa kita kerjasamakan dengan baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun upaya-upaya bersama kita untuk bisa memastikan bahwa anak-anak kita ini bisa digunakan tenaga mereka dengan baik sebagai dokter-dokter yang memiliki profesi, yang memiliki kecerdasan dan intelektual serta keterampilan yang baik dalam pelayanan kesehatan,” tandasnya.  (MT-01)