AMBON, MalukuTerkini.com – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti), dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., memperkenalkan gagasan transformasi pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat wilayah kepulauan melalui model Archipelago Academic Health Hub (AAHH).
Gagasan tersebut dipaparkan Farah saat menjadi narasumber pada 4th Technology Enhanced Medical Education (THEME) International Conference yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, 29–31 Oktober 2026.
Dalam sesi Symposium AIPKI Wilayah VI bertajuk “National and Regional Strategies for Transforming Medical Education”, Farah menyampaikan materi strategis berjudul “From Social Accountability to Action: Transforming Medical Education for Indonesia’s Archipelagic Communities”.

Melalui presentasi tersebut, ia memaparkan pentingnya transformasi pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada jumlah lulusan, tetapi juga pada tanggung jawab nyata terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
“Karakteristik geografis wilayah kepulauan di Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan kedokteran yang berbeda. Tantangan aksesibilitas, transportasi, serta distribusi fasilitas kesehatan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam merancang sistem pendidikan medis yang relevan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Salah satu gagasan yang diperkenalkan Farah adalah Archipelago Academic Health Hub (AAHH), sebuah model kawasan yang dirancang untuk menghubungkan institusi pendidikan tinggi kedokteran dengan sistem pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
“Model AAHH mengintegrasikan empat fungsi utama, yaitu pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, dan pengembangan tenaga kerja. Integrasi tersebut didukung tata kelola regional bersama yang melibatkan universitas, rumah sakit, puskesmas, serta pemerintah daerah,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, katanya, pendidikan kedokteran diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan persoalan kesehatan di daerah kepulauan.
“Selain itu, model ini juga membuka peluang penguatan kolaborasi lintas institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” kataya.
Gagasan AAHH menjadi salah satu strategi untuk mendorong implementasi akuntabilitas sosial dalam pendidikan kedokteran. Dengan demikian, institusi pendidikan tidak hanya menghasilkan tenaga medis yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap kondisi geografis, sosial, dan kebutuhan kesehatan masyarakat yang dilayani. (MT-01)
