AMBON, MalukuTerkini.com – Ketua Senat Universitas Pattimura (Unpatti) Prof. Dr. Tonny D Pariela, MA meminta para lulusan Unpatti tidak sekadar menjadikan gelar akademik sebagai pencapaian, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Permintaan tersebut disampaikan Pariela dalam sambutannya pada Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor periode Oktober 2026 yang dipusatkan di Auditorium Unpatti, Senin (2/11/2026).
Pariela menegaskan, para lulusan sebagai komunitas terpelajar diharapkan mampu mengadopsi, beradaptasi, serta menginternalisasi nilai-nilai luhur nasionalisme kebangsaan Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan melalui sikap saling bersimpati dan berempati, baik terhadap sesama anak bangsa maupun masyarakat dunia dalam ikatan kemanusiaan. Sebagai komunitas terpelajar, orang-orang yang hari ini sah mendapatkan pengakuan akademik melalui wisuda diharapkan dapat mengadopsi dan beradaptasi, merenungkan dan mempraktikkan nilai-nilai luhur nasionalisme kebangsaan Indonesia,” tandasnya.
Ia menjelaskan, penguatan nilai-nilai tersebut menjadi penting agar bangsa Indonesia mampu bertahan di tengah berbagai potensi ancaman yang berkembang dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum, serta pertahanan dan keamanan.
“Dunia saat ini bergerak cepat dan mengalami perubahan yang sangat pesat. Kondisi tersebut menghadirkan ketidakpastian, tetapi sekaligus membuka peluang untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup manusia,” jelasnya.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, katanya, lulusan perguruan tinggi dituntut mampu memanfaatkan kecerdasan intelektual yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Sebagai komunitas terpelajar, kita telah dibekali dengan kecerdasan intelektual yang cukup memadai sebagai kekuatan, dan dengan kekuatan itulah kita dapat memanfaatkannya untuk meminimalkan potensi ancaman dan mengoptimalkan berbagai peluang,” katanya.
Selain kecerdasan intelektual, Pariela menegaskan pentingnya kecerdasan spiritual dan sosial sebagai bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Kecerdasan spiritual berperan dalam membangun ketangguhan serta menjadi landasan untuk menilai kebaikan dan keburukan. Sementara itu, kecerdasan sosial memungkinkan seseorang berinteraksi dengan sesama berdasarkan nilai-nilai keadaban,” tandasnya.
Menurutnya, kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan dengan kecerdasan intelektual untuk mendukung terciptanya kehidupan bersama yang harmonis di tengah keberagaman bangsa Indonesia yang berlandaskan Bineka Tunggal Ika.
“Saya percaya lulusan Unpatti telah dibekali dengan kecerdasan intelektual yang memadai, juga kecerdasan spiritual yang kuat, dan memiliki kecerdasan sosial yang tanggap untuk mengartikulasikan realitas objektif kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari gelar akademik yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan, kemampuan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
“Harapan kami ialah semoga para wisudawan dan wisudawati dapat memanfaatkan berbagai talenta kecerdasan yang dimiliki untuk hidup berdampak bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 1.713 lulusan Unpatti diwisudakan, Senin (2/11/2026).
Para lulusan itu terdiri dari 1.621 lulusan sarjana, 15 Profesi Dokter, 1lulusan profesi guru, 70 lulusan magister dan 6 lulusan doktor.
56 lulusan diantaranya diwisudakan di Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kepulauan Aru dan 56 lulusan diwisudakan di PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya.
Khusus untuk lulusan sarjana terdiri dari Fakultas Hukum (146 lulusan), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (124), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (465), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (362), Fakultas Pertanian (66), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (65), Fakultas Teknik (134), Fakultas Sains dan Teknologi (50), Fakultas Kedokteran (97), PSDKU Kepulauan Aru (56) dan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya (56). (MT-01)
