AMBON, MalukuTerkini.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyerukan transformasi ekonomi Maluku agar potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah ini mampu memberikan nilai tambah dan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Seruan tersebut disampaikan dalam Maluku Business Forum 2026 yang digelar ICMI di Ambon, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Muktamar ICMI sekaligus menjadi momentum mendorong peran strategis Maluku dalam pembangunan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum ICMI, Priyo Budi Santoso, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional, Provinsi Maluku memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

“Salah satu potensi strategis yang perlu dioptimalkan adalah pengembangan proyek gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Masela,” ungkapnya.

Ia berharap pengembangan proyek berskala nasional tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi Indonesia, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat Maluku.

Priyo mengingatkan, besarnya potensi sumber daya alam harus diikuti dengan kebijakan pembangunan yang memastikan masyarakat lokal menjadi bagian penting dari penerima manfaat.

“Jangan sampai sumber daya alam yang begitu besar justru tidak memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan Blok Masela tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi energi. Lebih dari itu, keberhasilan proyek tersebut harus terlihat dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan serta berkembangnya aktivitas ekonomi daerah.

Dalam mendorong transformasi tersebut, Priyo menegaskan ICMI siap mengambil peran sebagai kekuatan intelektual yang memberikan gagasan dan masukan kepada pemerintah pusat maupun daerah, terutama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“ICMI siap menjadi bagian dari kekuatan intelektual yang memberikan masukan kepada pemerintah pusat maupun daerah, khususnya dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwil Maluku, Ruslan Tawari, mengatakan Maluku Business Forum 2026 menjadi momentum penting untuk merumuskan arah dan masa depan Maluku dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, Maluku harus mampu bertransformasi dari sekadar daerah penghasil sumber daya alam menjadi wilayah yang memiliki kekuatan dalam menciptakan nilai tambah, mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengembangkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Maluku harus memastikan dirinya tidak sekadar menjadi wilayah penghasil sumber daya alam, tetapi juga menjadi pusat penciptaan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi, pengembangan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ruslan menjelaskan, terdapat tiga agenda strategis yang perlu menjadi perhatian bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Maluku. Pertama, optimalisasi potensi energi melalui tata kelola yang transparan dan berpihak kepada masyarakat. Kedua, pengembangan hilirisasi industri untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Ketiga, mendorong investasi strategis yang tetap menjamin keadilan sosial serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan, pembangunan ekonomi Maluku tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya modal yang masuk, tetapi harus memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata besarnya investasi yang masuk, melainkan seberapa besar kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat,” tandasnya. (MT-04)