AMBON, MalukuTerkini.com – Memasuki usia ke-65 tahun, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) menjadikan momentum pertambahan usia sebagai pijakan untuk mempercepat transformasi layanan, memperkuat dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menegaskan perjalanan panjang bank pembangunan daerah tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku dan Maluku Utara.
Hal itu disampaikan Syahrisal dalam syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Maluku Malut yang dipusatkan di Aula Lantai 4 Kantor Pusat Bank Maluku Malut, Ambon, Senin (26/10/2026).
Mengusung tema “Sinergi Basudara, Bakti untuk Negeri”, perayaan HUT kali ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap masyarakat melalui layanan perbankan yang semakin berkualitas.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian perusahaan adalah memperbesar dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Di momentum HUT ke-65, Syahrisal menyampaikan rencana penurunan suku bunga kredit sebesar 2–3 persen untuk membantu meringankan beban pembiayaan dan membuka peluang pengembangan usaha.
“Dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit. Perbankan juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang responsif, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ungkapnya.
Dikatakan, transformasi pemasaran dan pelayanan atau marketing and service transformation menjadi salah satu agenda penting Bank Maluku Malut dalam memperkuat daya saing bisnis.
“Solid dulu, baru kita bisa melangkah jauh. Kita harus membangun kebersamaan, memperbaiki cara melayani, serta meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan nasabah,” katanya.
Ia menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi keberlanjutan bisnis perbankan.
“Hubungan antara bank dan nasabah, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh pilihan produk dan biaya, tetapi juga oleh kualitas pelayanan serta kedekatan emosional yang terbangun,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Bank Maluku Malut akan mendorong peningkatan jumlah rekening, memperkuat hubungan dengan nasabah yang sudah ada, serta memperluas penggunaan produk dan transaksi perbankan.
“Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat loyalitas nasabah sekaligus memperluas jangkauan layanan perusahaan,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan kinerja bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan. Syahrisal menegaskan pentingnya pengawasan internal yang memadai, penerapan sistem deteksi kecurangan atau fraud detection system, serta perlindungan terhadap ancaman serangan siber.
“Kedisiplinan, efisiensi, dan integritas seluruh insan perusahaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Penguatan aspek tersebut juga diperlukan untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin dinamis,” tandasnya.
Komitmen Bank Maluku Malut dalam mendukung pembangunan daerah turut diarahkan pada pengembangan layanan digital dan penguatan pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
Syahrisal mengatakan, Bank Maluku Malut terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan pembiayaan, termasuk melalui fasilitas pinjaman daerah sesuai ketentuan yang berlaku dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Selain pembiayaan, perusahaan juga siap mendukung optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui penyediaan perangkat pembayaran digital. Sarana yang dapat dimanfaatkan antara lain mesin Electronic Data Capture (EDC), M-Pos, dan perangkat transaksi lainnya sesuai kebutuhan pemerintah daerah,” katanya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat melakukan pembayaran, meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi, serta memperkuat transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurut Syahrisal, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan penting untuk mendorong pelayanan publik dan aktivitas ekonomi yang lebih cepat, efektif, serta akuntabel.
“Memasuki usia ke-65 tahun, Bank Maluku Malut tidak hanya dituntut menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi juga meningkatkan relevansinya bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Transformasi layanan, penguatan UMKM, penerapan tata kelola yang baik, serta perluasan transaksi digital menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat kepercayaan publik dan meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ungkapnya. (MT-04)
