SAUMLAKI, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan keberanian dan ketulusan Mathilda Batlayeri, telah menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa. Perjuangan Pahlawan wanita dari Kepulauan Tanimbar ini, harus menjadi teladan bagi generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat menyambangi Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda Batlayeri yang terletak di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (8/12/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Karo SDM, Direktur Reskrimum, Direktur Binmas, Direktur Polairud, Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, Bupati Kepulauan Tanimbar, Kapolres Kepulauan Tanimbar, Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Tanimbar serta unsur Forkopimda.
Kapolda mengatakan kehadiran Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda Batlayeri bukan sekadar sebuah bangunan peringatan, tetapi menjadi warisan moral yang memuat nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan yang harus terus dihidupkan oleh Polri, Bhayangkari, masyarakat, dan generasi muda Tanimbar.
“Monumen ini bukan hanya milik Polri atau Bhayangkari, tetapi milik seluruh masyarakat Maluku, khususnya Tanimbar. Di tempat inilah kita diingatkan bahwa keberanian dan ketulusan seorang perempuan bernama Mathilda Batlayeri telah menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa. Monumen ini harus menjadi ruang belajar, ruang refleksi, dan ruang pembentukan karakter bagi generasi muda,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Ia mengaku nilai-nilai perjuangan Mathilda Batlayeri sangat relevan dengan tantangan tugas Polri pada era modern.
“Bagi anggota Polri, monumen ini adalah pengingat bahwa tugas kita adalah melindungi, mengayomi, dan melayani dengan semangat rela berkorban. Nilai-nilai Mathilda Batlayeri harus menjadi energi moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Integritas, keberanian, loyalitas, dan cinta kepada tanah air adalah pondasi yang tidak boleh luntur,” ungkap mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Kepada Bhayangkari, Kapolda menekankan peran strategis organisasi sebagai penopang moral dan kekuatan keluarga Polri. Bagi Bhayangkari, monumen ini menjadi simbol keteladanan. Mathilda Batlayeri menunjukkan bahwa seorang perempuan mampu memberikan pengaruh besar melalui keberanian dan keteguhannya.
“Semangat ini harus terus diwariskan kepada seluruh Bhayangkari agar tetap menjadi penjaga kehormatan keluarga, pendamping setia anggota Polri, dan pelopor keteladanan di tengah masyarakat,” jelas mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.
Tak hanya bagi internal kepolisian, Kapolda juga menyoroti pentingnya monumen ini bagi masyarakat Tanimbar, terutama para tokoh adat dan masyarakat adat Duan Lolat, monumen ini adalah bukti putri daerah ini telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai budaya, menjaga harmoni, dan menciptakan daerah yang aman serta terbuka bagi pembangunan,” kata mantan Kapolrestabes Medan ini.
Kapolda juga memberikan pesan khusus untuk generasi muda Tanimbar agar menjadikan Mathilda Batlayeri sebagai figur inspiratif dalam membangun masa depan.
“Untuk generasi Tanimbar, saya berharap monumen ini menjadi tempat belajar sejarah dan membangkitkan semangat juang,” ujar mantan Wakapolrestabes Bandung ini.

Di tengah perkembangan zaman dan tantangan global, Kapolda meminta generasi muda harus memiliki karakter kuat, menjunjung nilai-nilai kearifan lokal, dan berani berprestasi. “Mathilda Batlayeri adalah contoh nyata bahwa anak Tanimbar mampu mencatatkan sejarah penting bagi bangsa,” kata mantan Kapolres Cianjur ini. (MT-06)


Tinggalkan Balasan