SAUMLAKI, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengajak warga Kepulauan Tanimbar agar terus menjaga harmoni sosial dan menyelesaikan setiap persoalan secara musyawarah.
Ajakan ini disampaikan saat kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi ke Baileo Emarina Batiflang Wowondre, Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan, Senin (8/12/2025).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda di wilayah Kepulauan Tanimbar, sekaligus membangun sinergi dengan masyarakat adat pada level akar rumput. Pertemuan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta pemerintah daerah dan desa.
Turut mendampingi Kapolda, Karo SDM Polda Maluku, Direktur Reskrimum, Direktur Binmas, Direktur Polairud, Kapolres Kepulauan Tanimbar, Kapolsek Tanimbar Selatan, Sekretaris Desa Wowonda, dan unsur masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan keamanan merupakan kebutuhan dasar yang hanya bisa tercapai bila seluruh elemen masyarakat saling menghormati dan mengedepankan dialog dalam menghadapi permasalahan sosial.
“Berbagai konflik yang pernah terjadi di wilayah Tanimbar dapat dicegah apabila masyarakat mengutamakan kesabaran dan kebijaksanaan. Dalam kehidupan sosial, permasalahan pasti ada. Namun penyelesaiannya memerlukan hati yang sabar dan pikiran yang tenang. Jangan saling menyerang karena itu tidak memberi manfaat apa pun,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Menurutnya, setiap persoalan harus dibahas secara musyawarah dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Apabila tidak ditemukan titik temu, maka proses hukum menjadi jalur terakhir yang sah dan adil.
“Kasus yang menyebabkan korban jiwa harus segera ditangani melalui proses hukum. Penegakan hukum menjaga keadilan dan mencegah konflik meluas,” ungkap mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk belajar dari pengalaman sejarah pada masa kolonial.

“Dulu penjajah senang ketika kita bertikai, karena itu memudahkan mereka mengambil rempah-rempah dan menguasai negeri ini. Jangan sampai kita mengulang sejarah yang sama,” ujar mantan Wakapolda Sumatera Utara ini. (MT-06)


Tinggalkan Balasan