AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan Ikan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng) melakukan sertifikasi ekspor terhadap 37 ton gula semut sebelum diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (8/1/2026).

Kepala Karantina Jateng Willy Indra Yunan dalam keterangannyayang diperoleh malukuterkini.com, Sabtu (10/1/2026) menjelaskan seiring tren gaya hidup sehat di luar negeri, gula semut semakin populer karena indeks glikemik yang lebih rendah dan kandungan nutrisi tinggi.

“Permintaan pasar global meningkat, kegiatan ekspor bertumbuh secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan ekspor gula semut semakin menggeliat dan menjadi peluang emas petani,” jelasnya.

Dikatakan, petugas karantina melakukan tindakan pemeriksaan fisik dan kesehatan terhadap 37 ton gula semut senilai hampir 1,7 miliar rupiah sebelum dikirim ke Rusia.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui gula semut kering, higienis, dikemas dalam plastik bening dalam box, tidak ditemukan serangga target sehingga siap diekspor ke Rusia,” katanya.

Ia menjelaskan, sertifikasi karantina sebagai jaminan keberterimaan produk dan memenuhi persyaratan fitosanitari negara tujuan.

“Gula semut secara rutin diekspor menunjukkan bahwa produk Jateng berdaya saing di pasar internasional. Selain indeks glikemik rendah, aroma khas dari nira menjadi incaran masyarakat digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman,“ jelas Willy. (MT-01)