AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong terus memperkuat pengawasan karantina terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di kawasan perbatasan negara.
Pengawasan dilakukan secara intensif terhadap alat angkut pada jalur keberangkatan dan kedatangan sebagai langkah strategis mencegah masuk dan keluarnya media pembawa hama dan penyakit yang berpotensi mengancam keamanan hayati serta kesehatan masyarakat.
Pada pelaksanaan pengawasan tersebut, selama minggu pertama tahun 2026, petugas Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong menemukan sejumlah media pembawa karantina hewan yang terdiri dari telur ayam sebanyak 1,5 kilogram, daging babi segar 10 kilogram, serta daging domba 3 kilogram.
Terhadap temuan tersebut, petugas langsung melakukan tindakan karantina sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain melakukan tindakan karantina, petugas juga memberikan edukasi kepada para pelintas batas mengenai jenis komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilarang untuk dilalulintaskan, serta persyaratan karantina yang wajib dipenuhi agar komoditas dapat masuk atau keluar wilayah Indonesia secara aman, sehat, dan legal.
Penanggung Jawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay dalam keterangannya yang diperoleh malukuterkini.com, Minggu (11/1/2026) menegaskan pengawasan di wilayah perbatasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada peningkatan pemahaman masyarakat.
“Pengawasan alat angkut di jalur keberangkatan dan kedatangan kami lakukan secara konsisten. Selain melakukan tindakan karantina, kami juga mengedukasi pelintas agar memahami komoditas apa saja yang dibatasi maupun dilarang serta persyaratan yang harus dipenuhi,” tandasnya.
Ia menjelaskan dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat penting dalam menjaga wilayah perbatasan dari ancaman hama dan penyakit hewan, ikan, maupun tumbuhan.
“Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong akan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati nasional, khususnya di pintu masuk perbatasan negara,” jelasnya. (MT-01)


Tinggalkan Balasan