AMBON, MalukuTerkini.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan dan persaudaraan menyelimuti Aula Asilo Labuhan Ratu, Bandar Lampung, saat Keluarga Besar Maluku Lampung (KBML) menyelenggarakan perayaan Natal bersama pada Jumat(17/1/2026).
Acara ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan sekitar 170 warga Maluku yang menetap di berbagai wilayah mulai dari Lampung Timur, Lampung Barat, Lampung Selatan, hingga Kota Bandar Lampung.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Deasy Wattimena-Kalalo yang membawa pesan mendalam tentang pemulihan keluarga dan seluruh ciptaan. Dalam khotbahnya, ia terinspirasi dari filosofi lagu Gandong yang menjadi identitas kultural masyarakat Maluku.
Ia menekankan syair lagu tersebut serta warisan hidup para tatua atau orang tua terdahulu merupakan pedoman bagi warga KBML untuk tetap menjaga kerukunan dan kasih selama hidup di tanah rantau.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri, selaku Ketua KBML dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Ketua, M Johan Latuputty mengatakan momentum Natal ini jangan hanya dijadikan agenda kegiatan rutin tahunan KBML seperti halnya merayakan Halalbihalal.
“Namun harus dijadikan momentum untuk memperkuat kembali ikatan kekeluargaan,”katanya.
Saiful yang juga mantan Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung menekankan bahwa semangat Natal harus menjadi inspirasi bagi seluruh warga Maluku di Lampung untuk terus memelihara kerukunan, kebersamaa dan kepedulian antar sesama.
Melalui pesan tertulis tersebut, Saiful Sahri mengajak seluruh Keluarga Besar Maluku Lampung( KBML) agar menjadikan kasih Natal sebagai landasan dalam menjaga semangat hidup orang basudara serta memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran tamu undangan dari berbagai latar belakang, termasuk Anggota Komisi III DPR Lampung serta perwakilan dari komunitas Tongkonan Toraja dan Kerukunan Keluarga Kawanua. Kehadiran lintas komunitas ini mempertegas semangat toleransi dan keberagaman yang dijaga erat oleh masyarakat Maluku di Lampung.
Sepanjang acara, para tamu disuguhkan penampilan seni yang memukau. Suara merdu dari Vocal Group Perwama, Raymond Lekatompessy and Friend, serta Vocal Group Exodus berhasil membawa suasana haru sekaligus sukacita. Tidak ketinggalan, anak-anak KBML tampil lincah membawakan tari-tarian tradisional yang memancing tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Perayaan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi ramah tamah. Meski jauh dari tanah kelahiran, warga Maluku di Lampung membuktikan bahwa ikatan persaudaraan atau pela gandong tetap kokoh dan tidak lekang oleh jarak maupun waktu. Melalui perayaan natal ini, KBML berharap dapat terus menjadi wadah yang mempersatukan dan menguatkan seluruh warganya di masa depan. (MT-04)


Tinggalkan Balasan