AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulawesi Selatan Satuan Pelayanan Parepare melakukan pengawasan terhadap komoditas yang masuk ke wilayah Sulawesi Selatan.

Petugas karantina memeriksa 2.124 karung rumput laut dengan total berat mencapai 156 ton yang tiba dari Tarakan melalui Tempat Pelayanan Pelabuhan Awerange.

Ratusan ton rumput laut tersebut rencananya akan didistribusikan ke tiga wilayah tujuan utama, yakni Kota Makassar, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Barru.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah dalam keterangannya yang dierima malukuterkini.com, Rabu (21/1/2026) menjelaskan pemeriksaan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi karantina dalam memastikan setiap media pembawa yang masuk telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan hayati.

“Pengawasan di pintu pemasukan merupakan langkah preventif untuk memastikan komoditas yang masuk aman, bermutu, dan tidak menimbulkan risiko bagi kelestarian sumber daya alam maupun kegiatan budidaya di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Ia merincikan, pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen persyaratan serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan karantina, ribuan karung rumput laut tersebut diizinkan untuk diteruskan ke wilayah tujuan.

“Melalui pengawasan ini, Karantina Sulawesi Selatan berharap dapat memberikan perlindungan bagi pelaku usaha dan petani rumput laut lokal, sekaligus menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor perikanan di Sulawesi Selatan,” rincinya. (MT-01)