AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Bangka Belitung) terus memperkuat hilirisasi dan ketertelusuran komoditas unggulan daerah, lada putih Bangka Belitung atau dikenal Muntok White Pepper.
Langkah tersebut sebagai upaya menjamin kesehatan, keamanan dan mutu pangan, serta meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
“Ketertelusuran ini menjadi instrumen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas, meningkatkan kepercayaan pembeli internasional, serta memperkuat posisi lada putih Bangka Belitung sebagai produk unggulan di pasar global. Hilirisasi ini bagian dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ujar Kepala Karantina Bangka Belitung Herwintarti dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Jumat (23/1/2026).
Sepanjang tahun 2025, rinci Herwin, aktivitas ekspor lada putih Bangka Belitung tercatat masih cukup tinggi. Volume ekspor mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali. Nilai ekonominya mencapai sebesar Rp180 miliar berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology).
“Selain ekspor, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik keluar mencapai 6,32 ribu ton dengan pengiriman 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar. Negara tujuan utama ekspor lada putih Bangka Belitung meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan,” rincinya.
Herwin menjelaskan sebagai implementasi program Go Ekspor, Karantina Babel berperan aktif mendorong pelaku usaha lada putih Bangka Belitung agar mampu menembus dan memperluas pasar ekspor secara berkelanjutan.
“Program ini difokuskan pada penguatan kesiapan ekspor dari hulu hingga hilir, melalui pendampingan teknis, pengawasan karantina yang ketat, serta peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan negara tujuan ekspor sesuai tindakan Sanitari dan Fitosanitari (SPS Measures),”jelasnya.
Herwintarti juga mengaku melalui program Go Ekspor, Barantin memastikan setiap tahapan produksi dan pascapanen lada putih Bangka Belitung memiliki ketertelusuran yang jelas, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman.
“Melalui pengawasan karantina yang optimal, kami memastikan lada putih Bangka Belitung memenuhi standar mutu, bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” jelasnya.
Pendampingan yang dilakukan mencakup pemenuhan persyaratan teknis, pencegahan OPTK, serta pemenuhan keamanan dan mutu pangan.
Selain itu, Karantina Bangka Belitung secara proaktif memberikan pembaruan informasi terkait perubahan regulasi dan persyaratan negara tujuan ekspor, agar pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian sejak dini dan memastikan keberterimaan komoditas di negara tujuan.
Sinergi lintas sektor dan penguatan peran karantina dalam Program Go Ekspor, lada putih Bangka Belitung tidak hanya mampu mempertahankan pasar ekspor yang telah ada, tetapi juga berpeluang memperluas akses ke pasar baru. Upaya ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha, serta memperkuat kontribusi komoditas lada putih terhadap perekonomian daerah dan nasional. (MT-01)


Tinggalkan Balasan