AMBON, MalukuTerkini.com – Adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 2 April 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Maluku,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (30/3/2026).

Ia merincikan, beberapa wilayah Maluku yang berpotensi banjir pesisir diantaranya Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kepulauan Kei, Pesisir Kepulauan Aru dan Pesisir Kepulauan Tanimbar.

“Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah” rincinya.

Secara umum, kata Mujahidin, wilayah Maluku berpotensi mengalami banjir rob pada periode 30 Maret – 10 April 2026.

“Potensi banjir pesisir (rob) ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan aktivitas di pemukiman pesisir,” katanya.

Masyarakat diimbau agar tidak panik serta selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG. (MT-07)