AMBON, MalukuTerkini.com – Aktivitas perdagangan luar negeri Provinsi Maluku menunjukkan tren positif yang berpusat di kawasan Asia sepanjang awal tahun 2026 ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat seluruh komoditas ekspor daerah ini pada periode Januari hingga April 2026 sepenuhnya dilempar ke pasar Asia dengan total nilai mencapai US$ 16,54 juta.
Komoditas non-migas berupa ikan dan udang masih menjadi primadona utama yang menopang angka ekspor tersebut.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, memgaku pasar ekspor Maluku saat ini sangat terkonsentrasi pada negara-negara di Asia, terutama Tiongkok yang memegang peranan paling dominan.
“Dari total nilai ekspor yang dibukukan selama empat bulan pertama tahun ini, Tiongkok menyerap sebesar US$ 15,33 juta atau setara dengan 92,69 persen,” ungkap Pattiwaellapia dalam keterangan tertulis yang diterima malukuterkini.com, Selasa (2/6/2026).
.Ia merincikan, Hongkong menyusul di urutan kedua dengan kontribusi sebesar US$ 1,21 juta atau 7,31 persen.
“Sebaliknya, BPS mencatat sama sekali tidak ada aktivitas pengiriman barang ke kawasan di luar Asia,” rincinya.
Memasuki bulan April 2026, katanya, performa ekspor Maluku juga menunjukkan gairah yang signifikan dengan nilai mencapai US$ 5,75 juta.
“Seluruh komoditas yang dikirim pada bulan tersebut secara eksklusif ditujukan ke Tiongkok dan Hongkong,” katanya.
Pattiwaellapia menjelaskan lonjakan performa pada bulan April ini dipicu oleh aktifnya kembali jalur perdagangan ke Negeri Tirai Bambu.
“Peningkatan nilai ekspor pada periode ini terutama didorong oleh kembali adanya pengiriman barang ke Tiongkok sebesar US$ 5,22 juta, setelah pada periode sebelumnya tidak terdapat ekspor ke negara tersebut,” jelasmya.
Selain dipicu oleh pulihnya pasar Tiongkok, menurutnya, pertumbuhan ini juga disokong oleh kinerja positif ekspor ke Hongkong.
“Nilai ekspor ke Hongkong pada April 2026 mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, yakni melonjak sebesar 51,04 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) hingga menyentuh angka US$ 0,53 juta. Kenaikan yang simultan dari dua negara tujuan utama ini diharapkan dapat terus menjaga stabilitas neraca perdagangan Maluku pada bulan-bulan berikutnya,” ungkap Pattiwaellapia. (MT-06)


Tinggalkan Balasan