AMBON, MalukuTerkini.com – Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Maluku, 12–15 Juni 2026.
Informasi yang diterima malukuterkini.com dari Sekretariat Kantor Pers dan Penerangan, Kedutaan Besar Prancis, Kamis (11/6/2026) menyebutkan lawatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Prancis dengan kawasan Indonesia Timur, khususnya di bidang ekonomi, pariwisata, budaya, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya.
Selama berada di Ambon, Dubes Fabien Penone akan bertemu dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa guna membahas peluang penguatan kerja sama antara Prancis dan Maluku.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pengembangan sektor ekonomi, pariwisata, budaya, dan akademik yang sejalan dengan arah kerja sama yang telah dibangun antara pemerintah Prancis dan Indonesia.
Dalam agenda pendidikan, Dubes Prancis akan mengunjungi Universitas Pattimura (Unpatti) dan bertemu dengan Rektor Prof Dr Freddy Leiwakabessy MPd.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan mobilitas akademik yang dicapai kedua negara dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026. Selain itu,
Dubes Prancis juga akan menyambangi Warung Prancis di Unpatti serta berdialog langsung dengan para mahasiswa.
Tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, kunjungan tersebut juga menyoroti pelestarian warisan budaya.
Dubes Prancis dijadwalkan mengunjungi Masjid Tua Wapauwe, salah satu situs bersejarah dan keagamaan tertua di Indonesia. Masjid yang dibangun pada abad ke-15 itu sebelumnya menjadi bagian dari program konservasi yang didukung Yayasan ALIPH pada periode 2021–2023.
Dari lokasi tersebut, Dubes Penone juga akan mengunjungi Gereja Immanuel, yang merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia.
Rangkaian lawatan akan berlanjut ke Kepulauan Banda, di mana Dubes Prancis akan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, termasuk tempat pengasingan tokoh-tokoh pendiri bangsa seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
Kedutaan Besar Prancis menyatakan kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperdalam hubungan Prancis dengan wilayah timur Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus mencerminkan prioritas bersama antara Pemerintah Prancis dan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan.
Lawatan Dubes Fabien Penone menjadi kunjungan diplomatik penting bagi Maluku karena membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang ekonomi dan pendidikan, tetapi juga dalam pelestarian warisan budaya yang menjadi identitas kuat daerah kepulauan tersebut. (MT-01)


Tinggalkan Balasan