AMBON, MalukuTerkini.com – Sivitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti) didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah masifnya arus modernisasi, melainkan harus mampu menaklukkan sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak demi mendongkrak kualitas pembelajaran serta inovasi riset di era digital.
Langkah strategis untuk menghadapi disrupsi teknologi ini ditegaskan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., saat membuka Artificial Intelligence Training, kolaborasi Unpatti, AI Ignition Indonesia, Kumpul, dan Grasberg Academy, di Ambon, Kamis (16/7/2026).
Malle menjelaskan kehadiran AI di era modern ini sejatinya bukanlah sebuah teknologi khayalan yang muncul secara tiba-tiba tanpa arah yang jelas. Menurutnya, inovasi mutakhir tersebut merupakan hasil dari proses evolusi dan perkembangan yang sangat panjang dalam dunia komputasi serta teknologi informasi, di mana fondasi awalnya bahkan telah diprediksi sejak awal tahun 2000-an seiring dengan lahirnya mesin pencari di dunia maya.
“Saat saya menempuh pendidikan di Jepang, ketika itu teknologi pencarian informasi masih didominasi oleh Yahoo lalu berkembang pesat dengan hadirnya Google yang kini menjadi salah satu platform digital terbesar di dunia,” jelasnya.
Ia memaparkan secara teknis, kecerdasan buatan merupakan sebuah sistem teknologi canggih yang memungkinkan perangkat komputer dan mesin untuk melakukan simulasi berbagai kemampuan berpikir manusia.

“Kemampuan tersebut meliputi proses mengenali pola tertentu, memproses informasi yang rumit, menganalisis data dalam skala besar, hingga memberikan respons yang rasional berdasarkan basis pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya,” ungkapnya.
Ia mengatakan mekanisme kerja AI pada dasarnya bertumpu pada proses pembelajaran berbasis big data, yaitu sebuah ekosistem yang menampung kumpulan data dalam jumlah yang sangat besar untuk melatih ketajaman akurasi sistem.
“Melalui pemrosesan data raksasa itulah, kecerdasan buatan dapat mengenali objek dengan tepat, memahami struktur informasi secara mendalam, dan menghasilkan jawaban serta solusi yang semakin hari terbukti semakin akurat,” katanya.
Untuk mempermudah pemahaman para mahasiswa, ia kemudian menganalogikan proses rumit pembelajaran mesin tersebut seperti fase hidup seseorang ketika pertama kali diperkenalkan dengan sebuah objek baru di lingkungannya.
“Setelah memperoleh informasi mengenai objek tersebut, seseorang akan mampu mengenalinya kembali ketika melihat objek yang sama. Mekanisme serupa diterapkan pada sistem AI melalui proses pembelajaran dari data yang tersedia,” rincinya.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Grasberg Academy, yakni Managing Partner Grasberg Academy sekaligus Program Associate di Apple Developer Institute for Entrepreneurship, Eviliana Wattopa, serta dihadiri oleh para Wakil Rektor di lingkungan Unpatti dan para mahasiswa penerima KIP Kuliah On-Going Tahun 2026. (MT-01)
