AMBON, MalukuTerkini.com – Semangat memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan transportasi. Di Ambon, insan perhubungan turun langsung menjaga kebersihan laut dan pantai sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan maritim.

Aksi Bersih Lingkungan Laut dan Pantai dipusatkan di kawasan Dermaga Slamet Riyadi Ambon, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan 16 instansi Kementerian Perhubungan bersama sejumlah mitra kerja.

Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Jece Julita Piris,  selaku Ketua Panitia Harhubnas 2026, membuka Aksi Bersih Lingkungan Laut dan Pantai tersebut.


Aksi diawali dengan penyerahan tempat sampah berkapasitas 120 liter kepada Pemerintah Kota Ambon.

Tempat sampah tersebut merupakan kontribusi dari Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, KSOP Kelas I Ambon, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Dinas Perhubungan Kota Ambon, BPTD Kelas II Maluku, PT Angkasa Pura Ambon, PT Pelindo Ambon, Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Basarnas Ambon, PT Dharma Indah, PT Sumber Rejeki, PT Pertamina Wayame, PT ASDP, dan PT DAMRI.

Tak hanya mengandalkan aksi di darat, pembersihan juga dilakukan langsung di wilayah perairan Ambon dengan melibatkan sejumlah armada.

Armada yang digunakan antara lain KNP 338, KNP 50006 milik KSOP Ambon, RIB dan flat boat dari Distrik Navigasi Ambon, RIB Basarnas Ambon, FC Transko Belida, SB Marine Wayame 01 dan speed boat milik PT Pertamina Ambon, serta tujuh speedboat yang disewa dari masyarakat.

Para peserta menyusuri perairan Ambon mulai dari kawasan Galala hingga Gudang Arang untuk mengumpulkan sampah yang mencemari laut.

Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Jece Julita Piris mengaku aksi ini menjadi bagian dari rangkaian Harhubnas 2026 yang mengusung tema nasional Kementerian Perhubungan, “Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri.”

“Tema tersebut tidak hanya diterjemahkan dalam konteks pelayanan transportasi, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem laut,” ungkapnya.

Keterlibatan berbagai instansi dan mitra kerja sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kebersihan laut bukan merupakan tanggung jawab satu pihak. Kolaborasi menjadi semakin penting bagi Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut dan aktivitas kemaritiman.

Melalui aksi tersebut, insan perhubungan berharap kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan perairan semakin meningkat, termasuk membangun budaya untuk tidak membuang sampah ke laut.

Harhubnas ke-55 di Ambon pun menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa semangat melayani negeri juga berarti menjaga laut sebagai ruang hidup dan masa depan masyarakat kepulauan. (MT-04)