SAUMLAKI, MalukuTerkini.com – Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku berhasil melakukan pendisposalan terhadap dua Unexploded Ordnance (UXO) atau bom militer yang belum meledak dan merupakan peninggalan Perang Dunia (PD) II di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, Kelurahan Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (19/9/2026).
Kedua UXO tersebut ditemukan dalam kondisi aktif saat Tim Survei UXO Detasemen Gegana bersama pihak proyek melakukan penyisiran menggunakan mine detector di area PT INPEX. Temuan pertama terdeteksi pada 7 September 2026, sedangkan temuan kedua ditemukan pada 16 September 2026.
Temuan pertama berada di sekitar patok 71 sampai 75. Setelah dilakukan pemeriksaan, benda tersebut diketahui berupa proyektil meriam Tipe 91 dengan diameter 105 milimeter, panjang 427 milimeter dan berat sekitar 15,90 kilogram.
Sementara temuan kedua ditemukan di sekitar patok 55 sampai 56. Benda tersebut juga merupakan proyektil meriam Tipe 91 long painted, dengan diameter 105 milimeter, panjang 501,70 milimeter dan berat sekitar 15,70 kilogram.
Keduanya dinyatakan masih aktif sehingga langsung diamankan dengan membuat perimeter dan memasang police line. Lokasi kemudian dijaga hingga tim Jibom Detasemen Gegana melaksanakan proses pendisposalan.

Sebanyak 10 personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku diterjunkan untuk melaksanakan proses pendisposalan kedua UXO tersebut.
Setelah apel pengecekan di base camp, Unit Disposal Jibom bergerak menuju lokasi temuan pertama dan tiba sekitar pukul 07.16 WIT.
Proses pendisposalan UXO pertama dimulai pukul 07.42 WIT dan selesai pada pukul 09.25 WIT. Setelah melaksanakan konsolidasi, tim kemudian bergerak menuju lokasi temuan kedua.
Unit Disposal tiba di titik kedua sekitar pukul 11.26 WIT dan memulai proses pendisposalan pada pukul 12.16 WIT.
Proses pendisposalan UXO kedua selesai pada pukul 14.19 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar tanpa menimbulkan korban maupun gangguan terhadap lingkungan sekitar.

Setelah proses disposal selesai, dilakukan serah terima berita acara kepada penanggung jawab area PT INPEX dan pihak security. Personel selanjutnya melaksanakan apel konsolidasi sebelum kembali ke base camp Detasemen Gegana.
Karo Operasi Polda Maluku Kombes Pol Monang Marudu Zonir Simanjuntak menegaskan, keberhasilan penanganan dua UXO tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan kawasan yang menjadi bagian dari pembangunan strategis nasional.
“Polri memastikan setiap potensi ancaman terhadap keselamatan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan profesional. Termasuk temuan UXO di kawasan Blok Masela ini, yang harus ditangani secara khusus agar tidak membahayakan pekerja, masyarakat maupun aktivitas pembangunan,” tandas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini.
Menurutnya, keberadaan UXO peninggalan perang yang masih aktif menunjukkan pentingnya langkah mitigasi dan survei secara sistematis sebelum maupun selama aktivitas pembangunan berlangsung.
“Polri akan terus memperkuat koordinasi dengan pengelola proyek dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan aspek keamanan berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan,” ungkap mantan Karo Operasi Polda Maluku Utara ini.

Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Tedy Purnanto menjelskan dua UXO tersebut berhasil ditemukan melalui kegiatan survei menggunakan peralatan deteksi khusus oleh personel yang memiliki kemampuan di bidang penanganan bahan peledak.
“Kedua UXO ditemukan melalui survei secara sistematis menggunakan mine detector. Setelah terdeteksi, tim langsung melakukan pengamanan perimeter dan memastikan lokasi tetap steril sampai personel Jibom melaksanakan pendisposalan,” jelas alumni Akpol 1999 ini.
Ia menegaskan, kondisi kedua UXO yang masih aktif membutuhkan penanganan dengan tingkat kehati-hatian tinggi serta mengikuti prosedur keselamatan.
“Setiap tahapan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan lingkungan sekitar. Seluruh proses pendisposalan terhadap dua UXO berjalan aman dan lancar,” tandas mantan Komandan Satuan Wanteror Pasukan Gegana Korps Brimob Polri.
Dikatakan, Survei UXO di kawasan PSN Blok Masela dilakukan untuk mendeteksi, memetakan dan memitigasi potensi keberadaan amunisi atau bom sisa Perang Dunia II yang belum meledak di area darat (onshore).
“Kegiatan tersebut saat ini berlangsung di area rencana pembangunan pagar perimeter fasilitas OLNG INPEX Masela. Kerja sama antara Brimob Polda Maluku dan pelaksana proyek merupakan bagian dari kemitraan pengamanan yang sebelumnya telah terjalin melalui Perjanjian Kerja Sama antara SKK Migas dan Polda Maluku,” kata mantan Kapolres Solok Selatan ini.
Perwakilan Security INPEX Masela, Fachry Noviar Singka, Senior Specialist Security & Emergency Response, turut terlibat dalam perencanaan survei dan kegiatan disposal terhadap dua UXO yang ditemukan pada 7 dan 16 September 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi keselamatan untuk memastikan kegiatan pembangunan di kawasan PSN Blok Masela dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek keamanan secara menyeluruh.
Pembangunan LNG Abadi Masela sendiri telah memasuki tahap pembangunan fisik dan menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku. (MT-06)
- Ambon
- Bom Militer Yang Belum Meledak
- Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku
- INPEX Masela
- Kabupaten Kepulauan Tanimbar
- Kecamatan Tanimbar Selatan
- Kelurahan Lermatang
- Maluku
- Polda Maluku
- Polisi
- Polres Kepulauan Tanimbar
- Polri
- Proyek Strategis Nasional
- PSN
- PSN Blok Masela
- Satuan Brimob Polda Maluku
- Saumlaki
- Unexploded Ordnance
- UXO
