AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) terus memperluas jaringan wahana pendidikan ke berbagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah kepulauan guna mencetak tenaga medis yang tangguh dan adaptif.

Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., meegaskan komitmen tersebut dalam sambutannya pada acara Ikrar Dokter Muda FK Unpatti di Aula FK Unpatti, Senin (28/9/2026).

Farah mengaku bulan lalu pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUD Karel Sadsuitubun di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sebagai langkah awal persiapan rumah sakit daerah sebagai wahana pendidikan dokter muda.

“Kita juga juga merencanakan kunjungan ke RSUD Namlea, RSUD Bula, RSUD Cenderawasih di Dobo, serta berbagai RSUD lainnya di kabupaten-kabupaten se-Maluku,” ungkapnya.

Langkah perluasan ini, jelasdnya. dilakukan agar para dokter muda atau mahasiswa koas tidak hanya terbiasa dengan sistem rujukan di rumah sakit tipe B seperti RSUD Haulussy atau RSUP Leimena, tetapi juga terlatih menjadi garda terdepan penanganan kesehatan di tingkat daerah.

“Tujuannya supaya memang adik-adik ini bukan hanya terpapar dengan pendidikan di rumah sakit penerima rujukan, tetapi mereka berhadapan sendiri dengan pasien yang memang harus mereka rujuk atau mereka harus tangani sebagai first line, baik di puskesmas maupun rumah sakit umum daerah,” jelasnya..

Ia mengatakan penanganan kondisi gawat darurat di wilayah kepulauan memiliki dinamika dan tantangan yang sangat berbeda dibandingkan wilayah kontinental.

“Tantangan tersebut meliputi ketiadaan armada penyeberangan saat cuaca buruk, keterbatasan akses transportasi antarpulau, ketiadaan ambulans, hingga kendala infrastruktur teknologi yang membuat layanan telemedicine sulit diterapkan,” katanya.

Melalui pengalaman langsung di wilayah kepulauan, ungkapnya, para dokter muda diharapkan tidak sekadar mengasah keterampilan klinis, melainkan juga menyerap nilai-nilai kehidupannya secara mendalam.

“Ketika mereka terpapar dengan kondisi kepulauan seperti apa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan infrastruktur yang ada di masyarakat kepulauan, mereka bukan hanya belajar, tetapi juga ada nilai-nilai yang bisa mereka integrasikan. Bagaimana kehidupan yang sulit di daerah laut pulau bisa membuat mereka belajar untuk memahami seperti inilah resiliensi masyarakat kepulauan,” ungkapnya.

Ia menegaskan pemahaman atas daya tahan masyarakat pulau terluar dan terpencil di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan diharapkan dapat menumbuhkan motivasi, empati, dan dedikasi yang lebih tinggi bagi para dokter muda.

“Dengan persiapan fasilitas dan kelengkapan pendidikan yang matang, lulusan FK Unpatti diharapkan siap menjadi jawaban atas tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan Maluku maupun seluruh pelosok Indonesia,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, prosesi Ikrar Janji Dokter Muda oleh jajaran pimpinan FK Unpatti, Direktur beserta Komkordik RSUD Haulussy Ambon, para dosen, tenaga kependidikan, para pemuka agama, serta orang tua dan keluarga para Dokter.

Prosesi diawali dengan prosesi masuk para dokter muda yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Kedokteran FK Unpatti, dr. Valentine Hursepuny, S.MK.

Selanjutnya, pembacaan lafal Ikrar Janji Dokter Muda dipimpin langsung oleh Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., dan disaksikan oleh para pemuka agama.

Usai pengucapan ikrar, ke-77 Dokter Muda secara resmi diserahkan kepada RSUD dr. M. Haulussy Ambon sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Penyerahan diterima langsung oleh Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Winny N. Leiwakabessy, Sp.PA., M.Kes. (MT-01)