AMBON, MalukuTerkini.com – Tumpukan telepon seluler (ponsel) rusak di dalam peti kemas diduga menjadi pemicu terbakarnya satu unit kontainer milik ekspedisi CV Andika di Terminal Penumpukan Kontainer Pelabuhan, Ambon, Kamis (1/10/2026) sore.
Kontainer berukuran 40 feet yang berisi kendaraan dan barang elektronik bekas tersebut sedianya akan dikirim menuju Makassar – Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026).
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janet S Luhukay menjelaskan insiden kebakaran pada peti kemas bernomor SPNU 46483245G1 tersebut.
“Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIT saat proses persiapan pengiriman barang,” jelas Luhukay kepada malukuterkini.com di Ambon, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, kebakaran dimaksud bermula ketika saksi La Ode Safrizal (46) sedang membantu mandor ekspedisi, Maegal Tindoi (37), untuk menyegel pintu kontainer. Namun, sebelum penyegelan selesai, kepulan asap tebal tiba-tiba keluar dari celah kontainer.
“Saksi yang melihat kepulan asap langsung berlari meminta bantuan kepada petugas keamanan PT Pelindo yang berada di sekitar terminal penumpukan,” ujarnya.
Petugas keamanan Pelindo, katanya, sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Tak lama berselang, satu unit armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Ambon tiba di lokasi kebakaran pada pukul 15.15 WIT untuk melakukan pemadaman secara penuh. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan total 15 menit kemudian,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, seluruh muatan di dalam kontainer mengalami kerusakan. Barang-barang yang berada di dalam peti kemas tersebut terdiri dari tiga unit mobil Daihatsu Gran Max, enam unit sepeda motor, empat unit alat pembersih lantai, serta 15 karung HP rusak dengan berat masing-masing 25 kilogram.
Menyangkut penyebab pasti kebakaran, Luhukay mengaku pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kendati demikian, indikasi awal mengarah pada muatan komponen elektronik bekas yang tersimpan di dalamnya.
“Penyebab awal kebakaran belum dapat dipastikan secara pasti. Namun, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, pemicu kebakaran kemungkinan besar berasal dari ponsel rusak yang ada di dalam kontainer,” ungkapnya
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan pengelola ekspedisi masih melakukan pendataan untuk memastikan total nilai kerugian materiil yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran tersebut. (MT-04)
