AMBON, MalukuTerkini.com – Irjen Pol Herry Heryawan menjadi salah satu putra kelahiran Ambon yang mempunyai karier cemerlang di Polri . Herry baru saja mendapat promosi jabatan pangkat bintang 3  atau Komisaris Jenderal (Komjen).

Surat Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat, Herry mendapat promosi sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri. Promosi ini membuat Herry akan naik pangkat menjadi bintag tiga atau Komjen.

Herry menggantikan Komjen Pol Karyoto yang dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Baharkam Polri dalam rangka pensiun. Sedangkan jabatan Kapolda Riau yang ditinggalkan Herry akan ditempati Irjen Pol Nunung Arman Achdiat yang sebelumnya bertugas sebagai Pati Baharkam Polri (Penugasan pada BIN).

Sebagaimana diketahui Herry lahir di Ambon, Maluku, pada 23 Februari 1972. Dia merupakan anak dari seorang anggota TNI AD yang bertugas di Corps Polisi Militer di Kodam XVI/Pattimura.

Herry menempuh pendidikan dasar di SD Urimessing A2 Ambon, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Ambon dan SMA Negeri 2 Ambon. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) yang lukus tahun 1996 (Wira Satya), ia tercatat pernah menempu pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2003. Selanjutnya, ia memperdalam bidang hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum pada tahun 2005.

Dalam rangka pengembangan kepemimpinan, ia mengikuti pendidikan di Sespim Polri Angkatan L pada tahun 2010, serta Sespimti Polri, Angkatan XXVII pada tahun 2018. Pada tahun 2023, ia mengikuti pendidikan Lemhanas RI PPSA Angkatan XXIV dan di tahun yang sama meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Kepolisian dengan disertasi berjudul “Upaya Pemolisian Demokratis dalam Menghadapi Kompleksitas Persoalan di Papua: Penguatan Pelibatan Sosial dalam Pemerintahan, Pembangunan, dan Perdamaian.” Tidak berhenti di situ, pada tahun 2024 ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia.

Kemampuan Herry dalam mengatasi berbagai permasalahan kamtibmas tidaklah diperoleh secara instan, melainkan melalui berbagai tempaan pengalaman di lapangan serta keikutsertaannya dalam sejumlah pendidikan kejuruan, baik di dalam maupun luar negeri. Sejak awal kariernya, ia telah mengikuti berbagai pendidikan seperti KIBI AKPOL (1996), Dan Pa Serse (1997), Lan Pa Serse (1999), dan KIBI PTIK (2001).

Pengalaman internasional juga memperkaya wawasan dan kompetensinya, antara lain melalui Interpol Genocide Crime di Lyon, Prancis (2004), pelatihan Child Pornography Based on Computer di Hongkong (2004), International Law Enforcement Agency di Bangkok (2005), hingga Computer Crime dan International Law Enforcement Agency di Rosswell, Amerika Serikat dalam program Post Management (2007).

Selain itu, ia juga terus mengasah kemampuan di dalam negeri dengan mengikuti pelatihan JCLEC di Semarang (2022), JCLEC di Jakarta (2023), serta memperoleh Sertifikat Penyidikan di Jakarta (2023). Semua perjalanan pendidikan ini menjadikannya sosok yang berpengalaman, profesional, dan mumpuni dalam bidang penegakan hukum dan keamanan.

Dalam perjalanan kariernya, Herry Heryawan menempati berbagai jabatan strategis di lingkungan kepolisian yang memperlihatkan dedikasi, integritas, serta kapasitas kepemimpinannya. Ia mengawali penugasan sebagai PAMAPTA III Poltabes Semarang (1997), kemudian dipercaya menjadi Kanitresum Poltabes Semarang (1998) dan Kanit II Opsnal Poltabes Kepri Timur (1999). Kariernya terus menanjak dengan jabatan Wakasatreskrim Polres Kepri Timur (2000), Kepala KPPP Poltabes Barelang Polda Kepri (2000), hingga mengikuti pendidikan PTIK (2001–2003).

Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang Polda Kepri (2003), Kanit I Sat I Ditreskrim Polda Kepri (2005), Kasat I Ditresnarkoba Polda Kepri (2006), serta Kasatreskrim Poltabes Barelang (2007). Kepercayaan terhadapnya semakin besar ketika ia menjabat Wakapolresta Tanjung Pinang (2009), Kadensus 88 Anti Teror Ditreskrim Polda Kepri (2009), hingga mengikuti pendidikan Sespimmen (2010).[

 Setelah itu, Herry dipercaya menempati posisi penting di Polda Metro Jaya, di antaranya Kasubdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum (2011), Kasubdit Jatanras Ditreskrimum (2013), dan Wadirreskrimum (2016). Puncak karier di wilayah hukum Polda Metro Jaya ditandai dengan pengangkatannya sebagai Kapolresta Depok (2016), lalu Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88 AT (2017), Dirresnarkoba Polda Metro Jaya (2019), hingga Dirsidik Densus 88 AT Polri (2020). Tidak hanya di lingkungan Polri, Herry juga dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI Bidang Keamanan dan Hukum (2023–2025). Atas pengalaman, dedikasi, dan prestasinya, pada 12 Maret 2025 ia resmi diangkat sebagai Kapolda Riau, menandai pencapaian tertinggi dalam perjalanan panjang karier kepolisian yang ditempuhnya.

Selain menempati berbagai jabatan struktural, Herry Heryawan juga aktif terlibat dalam berbagai penugasan khusus yang menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum dan keamanan nasional. Ia dipercaya sebagai anggota Satgas BOM Polri (2006), Satgas Narkoba BNN (2007), serta Satgas Dwelling Time (2015).

Dedikasinya berlanjut dengan keterlibatan dalam Satgas Nemangkawi Papua (2016) yang berfokus pada penanganan konflik dan pemeliharaan keamanan di Papua. Selanjutnya, ia juga menjadi bagian dari Satgas Migas Polri (2017) dan Satgas Narkoba Polri (2019). Keikutsertaan dalam berbagai satuan tugas strategis ini semakin memperkaya pengalaman serta meneguhkan perannya sebagai perwira Polri yang mumpuni, berintegritas, dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum di berbagai bidang.

Selama kariernya, Herr telah memperoleh Tanda Jasa yaitu Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun (2005), Satyalancana Jana Utama (2014), Satyalancana Karya Bhakti (2014), Satyalancana Operasi Kepolisian (2014), Satyalancana Ksatria Bhayangkara (2021), Satyalancana Pengabdian 24 Tahun (2021), Bintang Bhayangkara Nararya (2021), Satyalancana Dharma Nusa (2022), Satyalancana Bhakti Buana (2024), Bintang Bhayangkara Pratama (2025) dan Satyalancana Bhakti Pendidikan (2025). (MT-04)