AMBON, MalukuTerkini.com – Kondisi cuaca buruk yang disertai jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap masih terus menyelimuti wilayah udara Ambon dan sekitarnya.
Kondisi alam yang berada jauh di bawah standar keselamatan penerbangan tersebut berimbas fatal terhadap operasional di Bandara Internasional Pattimura, hingga memicu pembatalan seluruh jadwal penerbangan Selasa (20/10/2026).
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura mengonfirmasi langkah pembatalan total ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan.
Pembatalan tersebut melingkupi berbagai rute domestik utama maupun antarwilayah seperti tujuan Jakarta (Soekarno-Hatta), Makassar (Sultan Hasanuddin), Surabaya (Juanda), Ternate (Sultan Babullah), Saumlaki (Mathilda Batlayeri), Nabire (Douw Aturure), Langgur (Karel Sadsuitubun), Namlea, Sorong (Domine Eduard Osok), Moa (Jos Orno Imsula), hingga Dobo (Rar Gwamar).
Menyikapi situasi tersebut, General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh calon penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi darurat ini.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pengguna jasa. Situasi bad weather dan low visibility ini sangat tidak terprediksi, namun keselamatan dan keamanan (safety and security) penerbangan mutlak menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ungkap Johan Seno Acton kepada malukuterkini.com, Selasa (20/10/2026).
Johan menjelaskan pihaknya terus berupaya menjaga kenyamanan para calon penumpang yang tertahan di area terminal.
“Pengelola bandara mengambil langkah inisiatif berupa pembagian makanan ringan dan minuman melalui program Service Recovery Action (SRA) sebagai bentuk empati dan pelayanan ekstra di tengah kondisi force majeure,” jelasnya.
Selain membagikan konsumsi, katanya,pengelola bandara memastikan seluruh fasilitas umum di terminal tetap terjaga kebersihannya, suhu ruangan tetap sejuk, serta menempatkan petugas yang selalu bersiaga untuk membantu para penumpang yang membutuhkan informasi.
“Bagi seluruh penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak bandara telah mengarahkan mereka menuju loket Customer Service masing-masing maskapai untuk mengurus proses refund maupun reschedule.,” katanya,.
Ia juga menegaskan sesuai dengan aturan yang berlaku, tanggung jawab atas kompensasi, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang penerbangan akibat cuaca buruk berada penuh di tangan pihak maskapai.
“Maskapai penerbangan diwajibkan memberikan opsi refund atau reschedule kepada penumpang tanpa membebankan biaya tambahan, sedangkan pengelola bandara berfokus memastikan kelancaran operasional fasilitas terminal dan membantu penyampaian informasi secara tepat,” tandasnya. (MT-01)
