AMBON – Ternyata dalam mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 tidaklah mudah. Buktinya, diantara para Duta Perubahan Perilaku ada yang mendapat penolakan dari warga Kota Ambon ketika hendak melakukan tugasnya. Kendati demikian, Duta Perubahan Perilaku tetap mengintensifkan sosialiasi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon Welhemina Patty mengakui, walaupun para Duta Perubahan Perilaku mendapat penolakan dari masyarakat, namun 376 duta tersebut terus mengintensifkan sosialisasi hingga warga paham bahaya Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan.

“Dari hasil laporan, ketika mereka turun untuk melakukan sosialisasi ternyata ada warga menolak kedatangan para duta tersebut. Namun itu merupakan tugas mereka untuk memberikan sosialisasi. Jadi mereka terus melakukan sosialisasi sampai masyarakat memahami dan menerapkan protokol kesehatan yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ungkap Patty kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, penolakan yang dilakukan masyarakat adalah bagian dari konsekuensi, sehingga para Duta perubahan Perilaku harus memahami hal tersebut.

“Mereka harus melakukan itu terus-menerus sampai masyarakat benar-benar yakin memang Covid-19 itu ada. Apapun model penolakan dari masyarakat mereka harus menerima itu,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Duta Perubahan Perilaku Kota Ambon sudah melakukan sosialisasi sejak 20 Oktober 2020 lalu.

Ia berharap agar seluruh duta dapat menjalankan tugas dengan baik, sehingga, masyarakat dapat memahami penyebaran Covid-19 dan patuh protokol kesehatan yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Kami tahu pekerjaan yang mereka lakukan sangat tidak mudah. Untuk itu kita akan tidak akan lupa dengan memberikan mereka insentif dan semoga mereka bisa bekerja dengan baik,” ungkapnya. (MT-05)