Sekilas Info

BPBD MBD: 5 Kecamatan Terkena Dampak Siklon Tropis Lili

DAMPAK SIKLON TROPIS – Sejumlah rumah warga di Dusun Weet, Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya mengalami kerusakan akibat Siklon Tropis Lili.

AMBON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mencatat lima kecamatan terkena dampak Siklon Tropis Lili yang terjadi sejak Selasa (7/5/2019) dan puncaknya Kamis (9/5/2019).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten MBD John Pattinama merincikan dari total 17 kecamatan di Kabupaten MBD, terdapat lima kecamatan terdampak Siklon Tropis Lili, yaitu Kecamatan Moa (182 Kepala Keluarga /326 jiwa), Kecamatan Lakor (80 KK), Kecamatan Letti (36 KK), Kecamatan Mdona Hyera (10 KK) dan Kecamatan Babar Timur (masih pendataan)

“Wilayah Kecamatan Moa yang terkena dampak tersebar di Desa Moain, Desa Tounwawan, Kelurahan Tiakur, Dusun Weet, Dusun Kiera dan Dusun Poliuw. Kecamata Lakor (Dusun Werwawan, Desa Yamluli, Desa Kety Letpey dan Desa Lolotwara), Kecamatan Letti (Desa Laitutun), Kecamatan Mdona Hyera (Desa Luang Timur) sementara Kecamatan Babar Timur (Desa Kokwari dan DesaKroing),” rinci Pattinama kepada malukuterkini.com, Senin (13/5/2019).

Dikatakan, dampak kerusakan terdiri dari rumah rusak sesuai pendataan sementara tercatat  40 unit rumah sebab masih ada sejumlah wilayah yang sementara dalam proses verifikasi Dinas PUPR.

“Sesuai data sementara juga ada dua sekolah rusak akibat diterjang angin kencang, saluran air bersih rusak serta talud penahan ombak tergerus banjir sekitar 3 meter,” katanya.

Pattinama menjelaskan, hingga Senin (13/5/2019) tercatat 158 jiwa warga masih mengungsi di dua lokasi pengungsi di Tiakur, Kecamatan Moa, Kabupaten MBD, akibat terkena dampak Siklon Tropis Lili.

“Ratusan pengungsi tersebut saat ini masih mengungsi di Gedung Serbaguna, dan Kantor Camat lama di Kecamatan Moa,” jelasnya.

Menyangkut kondisi terkini pengungsi, ia menjelaskan saat ini di beberapa kecamatan yang terdampak banjir sebagian besar pengungsi sudah kembali serta melakukan pembersihan lingkungan dan rumah.

“Khusus di Tiakur tercatat pengungsi yang masih ada di Kecamatan Moa khususnya di Gedung Serbaguna sebanyak 50 jiwa. Mereka belum kembali jarena rumah yang sudah dibersihkan masih lembab sementara di Kantor Camat lama sebanyak 108 jiwa, belum kembali karena rumahnya rusak akibat angin kencang. Sementara di wilayah kecamatan lain yang terdampak angin kencang masih dalam pendataan dan perekapan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Siklon Tropis Lili telah mengakibatkan cuaca buruk dan hujan dgn intensitas tinggi sejak Selasa (7/5/2019) dan puncaknya Kamis (9/5/2019) terjadi bencana banjir, angin kencang dan abrasi pantai. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!