Sekilas Info

Puluhan Mahasiswa UGM KKN-PPM di Maluku Tengah

MAHASISWA KKN UGM – Bupati Malteng Tuasikal Abua dan Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury bersama mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) saat acara penyambutan di Pendopo Bupati Malteng, Selasa (2/7/2019). Para mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Kecamatan Seram Utara Timur Seti.

MASOHI – Puluhan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mulai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) selama dua bulan kedepan.

Tahun ini, para mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi sebanyak 29 mahasiswa dan Kecamatan Seram Utara Timur Seti (30 mahasiswa).

Selama 48 hari mereka akan menyalurkan sejumlah kompetensi yang dimiliki untuk mengembangkan produk terbaharukan bagi masyarakat di dua Kecamatan yang mayoritas warga transmigran asal Jawa.

Penyambutan mahasiswa KKN-PPM UGM tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Malteng, Selasa (2/7/2019).

Bupati Malteng Tuasikal Abua saat menyambut para mahasiswa memuji keberhasilan pihak UGM yang semenjak dua tahun silam mengirimkan mahasiswanya membantu masyarakat Kabupaten Malteng untuk mengembangkan produk - produk baru yang dimanfaatkan dari sumberdaya alam yang tersedia di daerah ini.

"Mahasiswa UGM sudah memberi kontribusi luar biasa bagi pengembangan sektor elonomi mikro dengan menciptakan produk baru di Malteng ysitu minyak kelapa murni atau yang lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO) dan produk baru lainnya yang dipersembahkan untuk Maluku Tengah," kata Tuasikal.

Menurutnya, penempatan mahasiswa KKN-PPM UGM berawal dari kerja sama Pemkab Malteng dan UGM dan tahun ini merupakan penempatan yang ketiga kalinya.

“Tahun pertama 2017, mahasiswa KKN-PPM UGM ditempatkan di Kecamatan TNS. Saat itu para Mahasiswa telah mempraktekan sejumlah produk baru bersama masyarakat TNS. Hal yang sama juga dilakukan di tahun berikutnya di Kecamatan Amahai. Selama dua kali penempatan disini, mahasiswa UGM telah mengembangkan buah kelapa dijadikan sejumlah produk. Baik, dibuat untuk sabun padat, VCO hingga pembuatan briket arang tempurung,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, katanya, para mahasiswa UGM saat itu juga mengajari warga di lokasi KKN untuk cara membatik dan cara menyablon baju serta pembuatan produk bahan makanan, lengkap dengan brand lokal-nya.

"Bagi kami, kehadiran mahasiswa KKN-PPM asal UGM disini secara langsung, Pemkab Malteng kembali dapatkan suntikan energi baru dari intelektual Kampus dalam rangka membangun sektor pertanian secara integratif," ujar Tuasikal.

Penyambutan tersebut dihadiri para Kepala OPD di jajaran Pemkab Malteng, Kepala Kecamatan dan Kepala Desa se-Malteng.  (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!