oleh

Presiden Jokowi Ajak Perdana Menteri Belanda Tanam Pohon Damar

-Nasional-90 views

BOGOR – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Sekitar pukul 11.00 WIB, Mark Rutte tiba di halaman Istana Bogor. Ia mengenakan pakaian batik lengan panjang berwarna coklat.

Presiden Jokowi pun menyambut Rutte sesaat setelah turun dari mobil. Puluhan anak-anak berpakaian adat yang membawa bendera Belanda dan Indonesia turut menyambut Rutte.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu yang dilakukan Rutte. Jokowi dan juga menemani tamunya itu melihat-lihat interior Istana Bogor. Kemudian, Jokowi mengajak Rutte ke halaman untuk menanam pohon damar.

Acara selanjutnya adalah pertemuan empat mata. Kemudian pertemuan bilateral yang didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius. Acara ditutup dengan pernyataan pers bersama.

Kunjungan Perdana Menteri Rutte ke Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke Asia Tenggara dan Pasifik, dengan tujuan selanjutnya ke Selandia Baru dan Australia.

Rutte didampingi Penasehat Utama Bidang Luar Negeri dan Pertahanan serta Koordinator Nasional untuk Keamanan dan Penanggulangan Terorisme Belanda.

SAMBUT PM BELANDA – Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/19). Keduanya melakukan pertemuan guna membahas kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda kedepan berdasarkan prinsip kemitraan komprehensif.

Selain bertemu Presiden Jokowi, Rutte juga akan menemui kalangan pebisnis, pelajar, akademisi dan alumni perguruan tinggi Belanda di Jakarta. Selain itu, PM Rutte juga akan meresmikan Kedutaan Besar Belanda dan Erasmus Huis yang telah dimodernisasi, serta menghadiri perayaan ulang tahun ke 100 maskapai Belanda KLM. Rutte terakhir berkunjung ke Indonesia pada November 2016.

Presiden Jokowi menyatakan, Kerajaan Belanda merupakan mitra investasi terbesar Indonesia di Eropa.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Belanda menempati urutan kelima sebagai investor penanaman modal asing (foreign direct investment/PMA) setelah Singapura, Jepang, Tiongkok, dan Hong Kong, dengan nilai US$ 0,4 miliar atau sebesar 5,3 persen dari total PMA.

“Di antara negara-negara Eropa, Belanda merupakan mitra perdagangan nomor dua terbesar, dan mitra investasi nomor satu serta mendatangkan wisatawan nomor empat terbesar dari Eropa,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers bersama Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Presiden Jokowi mengatakan merupakan kehormatan bagi Pemerintah Republik Indonesia untuk menerima kembali kunjungan PM Rutte ke Indonesia, setelah kunjunganya ke Jakarta, pada 2016 lalu.

“Belanda merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Eropa, baik di bidang perdagangan, investasi, maupun pariwisata,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan Kerajaan Belanda dalam kerangka kemitraan komprehensif yang sudah dimiliki kedua negara.

SAMBUT PM BELANDA – Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/19). Keduanya melakukan pertemuan guna membahas kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda kedepan berdasarkan prinsip kemitraan komprehensif.

Diakuinya, di tengah situasi perekonomian dunia yang mengalami tren pelemahan, Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi dengan banyak mitra, termasuk Belanda.

“Di bidang perdagangan, kita sepakat untuk terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan fair. Dalam konteks ini, saya sampaikan kembali kepedulian Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi atas kerja sama yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Belanda di New York, Amerika Serikat, pada 26 September 2019 lalu, mengenai pengembangan kapasitas petani kecil sawit untuk menghasilkan kepala sawit yang lestari.

“Dan, di bidang investasi saya mengajak Belanda untuk meningkatkan kemitraan di bidang infrastruktur maritim, dan pengelolaan air. Saya sampaikan kepada Perdana Menteri Rutte, bahwa lima tahun ke depan saya akan memberikan prioritas pada pengembangan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan yang sangat penting artinya terutama pendidikan vokasi,” ujar Presiden Jokowi.

Selain membahas masalah ekonomi, kedua pemimpin juga membicarakan tentang langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kerja sama di bidang vokasi, termasuk di bidang kemaritiman dan keperawatan.

“Sebagai penutup saya memberikan apresiasi kepada pemerintah Belanda yang secara konsisten tegas menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden Jokowi.  (MT-06)

Komentar

News Feed