oleh

Pemprov Maluku Gelar Rakor Antisipasi Virus Corona

-Kesehatan-239 views

AMBON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar rapat koordinasi (rakor) Senin (27/1/2020), guna mengantisipasinya penularan virus Corona di daerah ini.

Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat Sekda Provinsi Maluku, Kasrul Selang dihadiri instansi teknis dan OPD terkait diantaranya Dinas Kesejatan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Imigrasi.

“Dalam rakor ini ada beberapa hal yang sudah kita buat bersama-sama dengan Dinas Kesehatan dan intansi teknis lainnya terkait,” ungkap Sekda kepasa wartawan usai rapat tersebut.

Dalam rapat tersebut, kata Sekda, telah disepakati beberapa langkah yang telah diambil yaitu penyampaian Surat Edaran ke kabupaten/kota untuk menghadapi virus Corona, kesiapan Tim Gerak Cepat (TGC) Provinsi Maluku dan sarana prasarana Alat Pelindung Diri (APD), pengambilan, pengepakan dan pengiriman sampel oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Balai Laboratorium Kesehatan, Distribusi APD ke RS rujukan (RSUD Haulussy dan RS Dokter J Latumeten Ambon) oleh Dinkes Provinsi Maluku, sosialisasi pencegahan oleh puskesmas Kota Ambon (Dinkes Kota Ambon), Pertemuan Lintas Sektor, Kesiapan RSUD Haulussy sebagai RS rujukan, skrining di pelabuhan laut dan udara oleh KKP dan pengawasan faktor resiko oleh KKP.

“Penyebaran virus Corona ini sangat cepat, sehingga harus melakukan kesiapsiagaan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dony Rerung menjelaskan,  virus corona ini belum ada antibiotic atau anti virus yang mematikannya.

“Untuk itu, langkah yang dapat dilakukan adalah pencegahan jangan sampai tertular, yang pada akhirnya dapat menyebar ke orang lain,” jelasnya.

Adapun dampaknya terhadap kesehatan adalah radang paru (pneumonia) dan gejala umum bagi orang yang terifeksi seperti demam, batuk pilek, kelelahan, sakit kepala.

“Jadi yang kita lakukan antisipasi. Tetapi kalau memang ada yang terinfeksi dan tidak bisa kita pastikan, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium di Jakarta, melalui BTKL milik Kementerian Kesehatan, karena laboratoriun kami belum mampu, jadi hanya sebatas mengambil sampel,” ungkapnya. (MT-04)

Komentar

News Feed