Sekilas Info

Pelaku Perjalanan Dalam Provinsi Maluku Bebas Biaya Rapid Test

Ilustrasi

AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membebaskan biaya rapid test bagi pelaku perjalanan dalam Provinsi Maluku.

Namun kebijakan tersebut hanya bagi warga yang memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) Kota Ambon. Warga yang akan melakukan rapid test gratis itu, hanya membayar Rp 10.000 untuk biaya administrasi.

"Memang benar untuk pelaku perjalanan dalam wilayah Provinsi Maluku gratis. Sementara yang melakukan perjalanan ke luar Provinsi Maluku tetap melakukan rapid test di fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan," ungkap kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada wartawan di Ambon, Sabtu (1/8/2020).

Dikatakan, rapid test gratis mulai diberlakukan pada Sabtu (1/8/2020) namun karena libur sehingga baru diberlakukan Senin (3/8/2020).

“Rapid tes gratis dilakukan pada 21 puskesmas di Kota Ambon,” katanya.

Kendati demikian, Pelupessy mengaku, pihaknya hanya mempunya dua analis.

"Jadi kita hanya punya dua analis. Kita punya 21 puskesmas yang bisa melaksanakan rapid test tapi tidak semua puskesmas punya analis, sementara kami juga melakukan swab di beberapa tempat. Jadi nanti ada penjadwalan di masing-masing puskesmas, apakah satu minggu di setiap puskesmmas dua atau tiga kali, sehingga analis satunya bisa berfungsi di laboratorium dinas kesehatan untuk melakukan swab bagi orang-orang yang berkontak erat dengan yang terkonfirmasi postif," jelasnya.

Puskesmas yang melayani rapid test gratis tersebut yaitu Latuhalat, Amahusu, Benteng, Air Salobar, Urimessing, Waihaong, Ch M Tiahahu, Belakang Soya, Kayu Putih, Rijali, Karang Panjang, Waihoka, Air Besar, Hative kecil, Halong, Lateri, Passo, Hutumuri, Nania, Rumah Tiga dan Tawiri. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!