Sekilas Info

BPS Maluku: Kota Tual Inflasi Di Bulan Maret 2021

AMBON – Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku pada bulan Maret 2021, Kota Tual mengalami inflasi sebesar 0,2 persen.

“Hasil pemantauan di Kota Tual juga menunjukkan terjadi inflasi sebesar 0,2 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,55 pada Februari 2021 menjadi 106,76 pada Maret 2021. Inflasi Tahun Kalender tercatat sebesar 0,09 persen sedangkan inflasi Tahun ke Tahun Kota Tual tercatat sebesar 2,33 persen,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi dalam keterangan tertulis yang diterima malukuterkini.com, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, selama Maret 2021 tercatat 43 komoditas mengalami kenaikan harga dan 37 komoditas mengalami penurunan harga.

“10 komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Tual pada Maret 2021 diantaranya adalah: ikan tongkol (0,314%), cabai rawit (0,0682%), rekreasi (0,0367%), ikan selar (0,0324%), ikan layang (0,0294%), bawang merah (0,0242%),  ikan baronang (0,0192%), terong (0,0184%), bawang putih (0,0181%), dan tempe (0,0176%). Sedangkan 10 komoditas yang mengalami penurunan harga pada Maret 2021 dan memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Tual adalah: angkutan udara (-0,1295%), ikan kembung (-0,0849%), sawi hijau (-0,0489%), ikan teri (-0,0309%), bayam (-0,0266%), emas perhiasan (-0,0261%), bunga pepaya (-0,0236%), daun singkong (-0,0224%), jeruk nipis (-0,0209%), dan minuman ringan (-0,0155%),” ungkapnya.

Inflasi yang terjadi di Kota Tual pada Maret 2021, kata Asep, utamanya disebabkan oleh 5 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, diantaranya tertinggi padakelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,298 persen; diikuti kelompok rekerasi, olahraga dan budaya sebesar 0,0368 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0078 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0018 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0017 persen.

“Sebaliknya kelompok transportasi mengalami penurunan indeks sebesar 0,1274 persen; diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0194 persen; serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0096 persen; Kelompok pendidikan, kelompok kesehatan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran cenderung stabil pada Maret 2021,” katanya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!