AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulawesi Selatan memastikan dua ekor unta yang didatangkan untuk wahana wisata Cimory Dairyland Gowa berada dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.

Kepastian tersebut diperoleh setelah petugas melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan dokumen secara ketat di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Unta tersebut dikirim dari Prigen, Jawa Timur, menggunakan kapal motor (KM) Mutiara Sentosa 2. Setibanya di pelabuhan, petugas karantina langsung melakukan observasi menyeluruh guna memastikan hewan eksotis ini tidak membawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) ke wilayah Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, kedua unta menunjukkan kondisi prima. Hewan tampak responsif dan kooperatif dengan posisi berdiri yang stabil. Petugas juga memeriksa simetrisitas kepala, kejernihan mata, hingga kondisi kuku, yang seluruhnya menunjukkan parameter normal tanpa ditemukan tanda-tanda ektoparasit maupun infeksi.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah dalam keterangannya yang diperoleh malukuterkini.com, Rabu (7/1/2026) menegaskan seluruh prosedur biosekuriti telah dipenuhi oleh pihak pemilik, termasuk kelengkapan Sertifikat Kesehatan dari daerah asal dan hasil uji laboratorium yang negatif penyakit menular.

“Kami telah memastikan seluruh prosedur biosekuriti dijalankan dengan ketat. Kedua unta tersebut dinyatakan sehat secara klinis dan dokumennya lengkap, sehingga kami terbitkan sertifikat pembebasan agar hewan ini dapat segera dikirim ke destinasi akhirnya di Gowa. Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga Sulawesi Selatan dari ancaman penyakit hewan menular,” tandasnya.

Pemasukan hewan ini telah memenuhi syarat administrasi, termasuk Sertifikat Veteriner dari Dinas setempat yang membidangi fungsi Kesehatan Hewan.

Setelah dinyatakan sehat dan dokumen dinyatakan lengkap, Karantina Sulsel secara resmi menyerahkan kedua unta tersebut kepada pemilik untuk diberangkatkan ke lokasi tujuan di Gowa. (MT-01)