AMBON, MalukuTerkini.com – Menghadapi tantangan tingginya harga sayur-mayur dan terbatasnya lahan pertanian, sejumlah siswa SMAN 5 Ambon menampilkan karya inovatif pengembangan pertanian hidroponik.
Karya tersebut mereka tampilkan dalam konten kreatifnya saat memgikuti Lomba Konten Kreator yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura (Unpatti).
Tahapan prestasi karya para peserta Lomba Konten Kreator tersebut berlangsung di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (15/4/2026).
Tim SMAN 5 Ambon terdiri dari Gamaliel V Kayadoe, Winslet G Ruhulessin dan Bernard Y RIsamasu.

Dalam video karya kreatifnya mereka menampilkan inovatif pengembangan pertanian hidroponik tidak hanya berfokus pada teknik budidaya, tetapi juga merambah ke sektor pemasaran digital sebagai bentuk kemandirian ekonomi kreatif dari lingkungan sekolah.
Langkah ini bermula dari keresahan siswa terhadap kondisi pasar dan ketersediaan lahan di lingkungan sekitar. Sekolah kemudian menjadi laboratorium hidup tempat para siswa mempelajari metode hidroponik, sebuah teknik pertanian modern tanpa tanah yang terbukti lebih hemat air dan efisien dalam menghasilkan tanaman berkualitas tinggi.
Melalui integrasi teknologi, para siswa dapat mengontrol pertumbuhan tanaman secara optimal.
Aktivitas ini sekaligus mematahkan stigma sektor pertanian identik dengan kerja fisik yang berat. Interaksi antar-siswa di lapangan menunjukkan bahwa bertani kini dapat dilakukan dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan melalui bantuan teknologi.
Keberhasilan program ini tidak berhenti pada tahap panen. Hasil sayuran segar tersebut kemudian dipasarkan melalui berbagai platform daring. Para siswa terlibat langsung dalam proses dokumentasi produk hingga manajemen penjualan secara digital.

Keberhasilan inovasi ini kian nyata saat pesanan pertama mulai masuk melalui platform tersebut. Hal ini membuktikan bahwa penggabungan antara teknik menanam modern dan kreativitas pemasaran memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Program ini menegaskan wajah baru pertanian masa depan berada di tangan generasi muda yang mampu memadukan teknologi dan kreativitas.
Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan melalui kemandirian ekonomi berbasis teknologi.
Karya kreatif para siswa tersebut beradu dengan sejumlah karya kreatifnya para mahasiswa Unpatti dalam lomba dimaksud.
Sebagaimana diketahui, para peserta lomba tersebut menampilkan konten yang mempromosikan praktik pertanian modern yang ramah lingkungan, efisien, dan relevan dengan generasi muda.
Konten yang ditampikan berbentuk video pendek (durasi 3–5 menit) atau juga konten digital kreatif (infografis, animasi, vlog dan podcast visual).
Konten-konten tersebut menampilkan aspek pertanian modern, misalnya Smart farming; Hidroponik, Aquaponik dan Urban Farming; Pertanian Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan serta Pemasaran Hasil Pertanian Melalui Platform Digital.
Para juri menilai aspek Kreativitas dan Orisinalitas (30%), Kesesuaian dengan Tema Pertanian Modern (25%), Kualitas Produksi – visual/audio (20%), Daya Tarik dan Pesan yang Disampaikan (15%) dan Impact dan Potensi Viral (10%).
Pengumuman pemenangan akan disampaikan saat puncak rangkaian Dies Natalis ke-63 Unpatti pada 24 April 2026. (MT-01)



Tinggalkan Balasan