AMBON, MalukuTerkini.com – Analis laboratorium Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Maluku – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menguji penyakit ikan karantina terhadap sampel clownfish guna mendeteksi keberadaan Megalocytivirus.

Pengujian dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan penjaminan kesehatan media pembawa perikanan yang dilalulintaskan dari wilayah Maluku.

Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Karantina Maluku menggunakan metode pengujian sesuai standar yang berlaku. Sampel clownfish yang diterima dilakukan tahapan preparasi, ekstraksi, hingga pengujian laboratorium oleh analis guna memastikan kesehatan ikan serta mencegah penyebaran penyakit ikan karantina.

Megalocytivirus merupakan salah satu penyakit ikan yang menjadi perhatian karena dapat menyebabkan kematian pada berbagai jenis ikan laut maupun air tawar. Oleh karena itu, pengawasan melalui pengujian laboratorium menjadi langkah penting dalam mendukung biosekuriti serta menjaga kualitas komoditas perikanan asal Maluku.

Kepala Karantina Maluku Wily Indra Yuna menjelaskan kegiatan pengujian laboratorium merupakan bagian penting dari sistem perkarantinaan untuk memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan.

“Melalui pengujian laboratorium yang dilakukan secara rutin dan akurat, BKHIT Maluku berkomitmen mendukung perlindungan sumber daya perikanan serta menjaga kepercayaan terhadap komoditas perikanan asal Maluku,” jelas Willy dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (19/5/2026).

Dikatakan, Karantina Maluku terus memperkuat pengawasan dan pelayanan karantina guna mendukung kelancaran lalu lintas komoditas perikanan yang sehat, aman, dan memenuhi ketentuan perkarantinaan.  (MT-01)