AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) merumuskan Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Kedokteran (FK) periode 2026–2030 melalui Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion – FGD) Pemangku Kepentingan, guna merespons berbagai tantangan maupun hambatan.

Dalam forum yang menandai perjalanan 18 tahun keberadaan FK Unpatti tersebut, penataan lima aspek utama manajemen pendidikan—mulai dari input, proses, output, outcome, hingga impact—menjadi fokus prioritas.

Penataan ini dinilai sangat mendesak agar mutu lulusan dokter dari Unpatti mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan daerah sekaligus bersaing di tingkat internasional.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam arahannya saat membuka FGD dimaksud mengatakan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi saat ini sangat gencar mendorong penambahan jumlah tenaga kesehatan.

Langkah tersebut, katanya, diwujudkan dengan maraknya pembukaan fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk pada kampus berbasis teknologi dan pertanian. Kendati demikian, pesatnya pertumbuhan institusi pendidikan kedokteran memunculkan tantangan besar terkait standar kualitas serta pemerataan distribusi lulusan.

“Pertanyaan yang besar bagi kita adalah, dengan produktivitas yang tinggi ini, maka distribusinya bagaimana? Dengan produktivitas yang tinggi ini, kualitasnya bagaimana? Kualitas lulusan itu sangat ditentukan oleh kualitas input, kualitas proses, dan tentu sarana prasarana serta manajemen kita,” katanya.

Terkait kondisi internal kampus, Rektor mengungkapkan bahwa FK Unpatti saat ini menghadapi beban penerimaan mahasiswa yang melebihi batas ideal.

Kendati kapasitas daya tampung maksimal dirancang untuk 150 mahasiswa per tahun, tingginya animo masyarakat membuat jumlah penerimaan faktual mencapai lebih dari 170 hingga 175 mahasiswa per tahun.

“Kondisi ini berdampak pada terbatasnya daya dukung rumah sakit pendidikan dan dokter spesialis pengajar, yang memicu antrean serta waktu tunggu siklus pendidikan profesi klinik menjadi sangat panjang untuk menyelesaikan 12 stase yang dipersyaratkan,” ungkapnya.

Untuk menjaga standar mutu lulusan di tengah kendala proses tersebut, Leiwakabessy menjelaskan pihak fakultas menerapkan kebijakan evaluasi ketat melalui mekanisme pengalihan studi atau drop in bagi mahasiswa yang tidak memenuhi ambang batas akademik di semester awal.

Drop in itu mengakibatkan anak-anak yang sudah masuk ke FK, mereka tidak dapat IPK 2,50 pada semester 4, mereka kemudian di-drop in masuk ke fakultas lain. Hal ini karena jika dalam simulasi dalam bentuk apa pun, anak-anak itu tidak bisa mendapat IPK 3,00 untuk menjadi seorang dokter yang berkualitas, yang bisa melayani sesuai dengan kebutuhan pelayanan medis berkualitas,” jelasnya.

Menurutnya, tanpa ketegasan pada tahap proses belajar, mahasiswa yang tidak memenuhi kualifikasi berisiko tertahan lebih dari tiga tahun di tahap klinik dan berpotensi gagal dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Selain persoalan akademik internal, Leiwakabessy turut menyoroti ironi keterisian tenaga medis di wilayah Maluku.

Kendati FK Unpatti telah meluluskan lebih dari 700 dokter, fakta di lapangan menunjukkan masih terdapat 29 Puskesmas di Maluku yang belum memiliki dokter.

Masalah ini disebabkan antara lain oleh keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam menyediakan insentif yang memadai dan manusiawi bagi para dokter penugasan,” ujarnya.

Olehnya itu, penyusunan Renstra FK Unpatti 2026–2030 diharapkan mampu mengawal tata kelola pendidikan kedokteran secara komprehensif hingga memberikan dampak nyata.

“Kita menargetkan peningkatan akreditasi FK Unpatti menuju predikat Unggul serta meraih akreditasi internasional, sehingga para lulusan dokter tidak hanya terserap di wilayah Maluku dan nasional, tetapi juga mampu berkarier hingga ke mancanegara,” tandasnya.

Diskusi Kelompok Terarah Pemangku Kepentingan untuk Pengembangan Renstra FK Unpatti 2026–2030 dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc; Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd, M.Si; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Dr. Ruslan H. S. Tawari, M.Si; Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku saat ini adalah dr. Elna Sitourisme Anakotta, Sp.M; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Maluku, Direktur RS se-Maluku; Para Wakil Dekan FK; Para Koordinator Program Studi FK serta para akademiisi FK. (MT-01)