AMBON, MalukuTerkini.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir serta merawat kelestarian ekosistem laut, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Berseri Seram menggaet ratusan warga Negeri Wailulu untuk menanam sebanyak 800 bibit mangrove di kawasan pesisir Negeri Wailulu, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kamis (30/7/2026).
Aksi penghijauan yang berlangsung hangat dengan semangat gotong royong tersebut menyatukan berbagai lapisan elemen masyarakat, mulai dari pemerintah negeri, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, hingga anak-anak setempat.
Program penanaman ini dirancang khusus oleh mahasiswa KKN-PPM UGM sebagai kegiatan unggulan berbasis hasil identifikasi potensi dan permasalahan lingkungan di desa pesisir tersebut.


Sebagai kawasan pesisir yang dinamis, Negeri Wailulu memiliki bentang ekosistem mangrove luas yang menyimpan potensi ekologis penting bagi kehidupan masyarakat. Kendati demikian, wilayah ini tidak luput dari ancaman abrasi pantai, pergeseran garis pantai, serta tekanan akibat aktivitas manusia, sehingga langkah rehabilitasi dipandang sebagai solusi konkret dan strategis demi menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.
Kegiatan strategis tersebut turut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak serta dihadiri langsung oleh Camat Seram Utara Barat, perwakilan Kapolsek Seram Utara Barat, perwakilan Danramil 1502-05/Wahai, pemerintah negeri, tokoh masyarakat, dan para pemuda. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sebagai aset penting kehidupan.
Sebelum aksi penanaman dimulai, para peserta terlebih dahulu dibekali pemahaman teknis mengenai tata cara penanaman mangrove yang tepat. Tim mahasiswa memberikan edukasi singkat terkait penentuan titik tanam, teknik penancapan bibit agar berdiri kokoh dan tegak, hingga pemasangan ajir penyangga guna mengurangi risiko kerusakan bibit akibat hempasan arus dan gelombang laut.

Usai pembekalan teknis, seluruh peserta bergegas menuju lokasi penanaman dan secara bergotong royong menanam bibit mangrove di area yang telah disiapkan. Meski kondisi medan dipengaruhi pasang surut air laut, semangat peserta tidak surut sedikit pun. Mahasiswa, warga, dan perangkat negeri saling bekerjasama membawa bibit, menancapkan ajir, hingga memastikan setiap bibit tertanam sempurna. Berkat sinergi yang kuat, sebanyak 800 bibit mangrove berhasil ditanam sesuai target.
“Kehadiran mangrove memiliki peran yang sangat penting sebagai pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, penahan gelombang, penyaring sedimen, sekaligus habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan biota pesisir lainnya. Selain itu, ekosistem ini juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” ujar perwakilan Tim KKN-PPM UGM Berseri Seram di sela-sela kegiatan.
Selain memberikan manfaat ekologis yang nyata, aksi ini juga menjadi sarana edukasi lapangan bagi masyarakat setempat. Melalui keterlibatan langsung dalam proses penanaman, warga diharapkan semakin memahami bahwa menjaga keberadaan mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi lingkungan pemukiman sekaligus menopang keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat pesisir.

Antusiasme warga terpancar sejak awal hingga berakhirnya acara. Kehadiran jajaran Forkopimcam Seram Utara Barat beserta jajaran perangkat negeri juga menjadi pendorong motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan hidup di wilayah mereka.
Pihak Tim KKN-PPM UGM Berseri Seram menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif warga untuk merawat kawasan pesisir secara konsisten. Mereka menekankan bahwa bibit yang telah ditanam membutuhkan perawatan pasca-tanam, seperti pemantauan berkala, penyulaman pada bibit yang mati, serta perlindungan kawasan dari aktivitas destruktif.
Melalui sinergi ini, diharapkan 800 bibit mangrove yang telah tertanam dapat tumbuh dengan subur, memperkuat ketahanan pesisir Negeri Wailulu terhadap benturan abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem pantai, serta menjadi warisan lingkungan yang bermanfaat bagi generasi mendatang. (MT-07)
