AMBON, MalukuTerkini,com Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) kembali meluluskan dokter profesional melalui prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 15 Dokter Baru Angkatan 39 Periode Agustus 2026 yang digelar di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Selasa (11/8/2026).

Di tengah tingginya animo masyarakat untuk menempuh pendidikan medis di kampus tersebut, Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan proses seleksi dan standar akademik di FK Unpatti diterapkan sangat ketat demi menjaga kualitas lulusan.

“Peminat yang ingin menembus FK Unpatti selalu melimpah dari berbagai jalur, mulai dari jalur prestasi, UTBK Nasional, hingga UTBK Mandiri, di mana pada tahun ini pihak universitas menerima sekitar 170 mahasiswa baru, tandasnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan para mahasiswa dan orang tua, kelulusan di tahap awal seleksi bukanlah jaminan seseorang pasti akan menjadi dokter.

“Pihak fakultas memberlakukan sistem evaluasi ketat pada semester empat, di mana mahasiswa yang tidak berhasil mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,50 akan dikenakan kebijakan drop in. Artinya harus dikeluarkan dari FK dan bisa masuk pada program studi lain yang ada di Unpatti atau program studi di luar Unpatti. Kita akan berikan rekomendasi itu,” tandsnya.

Ia mengatakan langkah tegas tersebut diambil untuk mematahkan anggapan umum masyarakat yang menyebtkan setiap anak yang berhasil masuk fakultas kedokteran pasti akan otomatis menjadi dokter.

“Jika gugur pada evaluasi semester empat, mahasiswa tersebut harus berpindah ke program studi lain karena standar kualitas medis tidak dapat ditawar,” katanya.

Guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan FK, Leiwakabessy mengaku pihak kampus saat ini tengah aktif memperjuangkan hadirnya Rumah Sakit Pendidikan.

“Diharapkan ada sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku untuk bersama-sama mewujudkan fasilitas tersebut, arena keberadaan Rumah Sakit Pendidikan merupakan kebutuhan krusial dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang optimal,” ungkapnya. (MT-01)