AMBON, MalukuTerkini.com — Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga medis yang tidak terisolasi dari realitas sosial, melainkan hadir langsung menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Hal tersebut ditegaskan Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D saat prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 15 Dokter Baru Lulusan Angkatan 39 Periode Agustus 2026 yang berlangsung di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Selasa (11/8/2026).

Dokter Farah menegaskan proses pendidikan medis di kampus tersebut sengaja dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dengan kehidupan masyarakat pesisir.

“Dengan visi dokter pulau, kami punya kurikulum dokter pulau. Kami tidak mendidik mahasiswa dalam menara gading akademis yang terisolasi dari realitas sosial,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal masa perkuliahan, para mahasiswa telah diajak untuk terintegrasi langsung dengan kehidupan masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Melalui pendekatan tersebut, calon dokter ditempa untuk belajar, beradaptasi, serta memanfaatkan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan geografis dan sosial budaya setempat.

Sebagai gambaran nyata dari tempaan kondisi geografis Maluku, dr. Farah menceritakan pengalaman para mahasiswa saat mengikuti kegiatan bakti sosial di Banda Neira pada pekan lalu. Dalam kegiatan yang turut melibatkan mahasiswa fakultas kedokteran dari beberapa universitas lain di Indonesia tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan laut selama hampir 20 jam dari Ambon.

Perjalanan yang menguji fisik tersebut memberikan kesan mendalam, terutama bagi mahasiswa dari luar daerah. Dekan FK Unpatti mengungkapkan bahwa beberapa peserta dari wilayah lain sempat menangis dan muntah berkali-kali akibat mabuk laut, bahkan hanya bisa terdiam ketika ditanya apakah bersedia kembali lagi ke Banda. Menurutnya, respons tersebut muncul bukan karena mereka enggan mengabdi atau tidak mengagumi keindahan alamnya, melainkan karena ada perjuangan berat yang harus dibayar untuk dapat mencapai lokasi tersebut.

Kondisi inilah yang membentuk keunggulan tersendiri bagi para lulusan dari kampus berjuluk Kampus Orang Basudara ini. Menurut dr. Farah, lulusan FK Unpatti memiliki ketahanan dan ketangguhan mental yang tinggi dalam melayani pulau-pulau terpencil. Mereka dilatih untuk mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem dan terbiasa dengan gelombang tinggi.

Lebih lanjut, dr. Farah menyampaikan bahwa terbatasnya sarana serta akses kesehatan yang tidak cepat dan tidak dekat di pulau-pulau kecil justru menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi para mahasiswa. Dari keterbatasan itulah, timbul rasa empati, ketangguhan, serta dorongan kuat untuk kembali berbakti di masa depan, baik sebagai dokter spesialis, dokter dinas, maupun tenaga medis profesional lainnya.

Di akhir penyampaiannya, ia menambahkan bahwa selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa tidak sekadar berkunjung, tetapi juga belajar bersama, berkolaborasi, mengidentifikasi masalah kesehatan, dan merumuskan solusi kreatif. Upaya berkelanjutan inilah yang terus diusahakan FK Unpatti agar setiap keahlian medis yang dimiliki para lulusannya benar-benar hadir untuk mendekatkan serta meratakan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok kepulauan Maluku.

Turut hadir saat pengambilan sumpah dan pelantikan dokter baru tersebut diantaranya Rektor Unpatti Prof. Dr. Freddy Leiwakabessy MPd, Ketua Senat Unmpari Prof. Dr. Tonny D Pariela, MA, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dan Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Elna Sitourisme Anakotta, Sp.M, Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon dr. Winny Natacia Leiwakabessy, Sp.PA, M.Kes serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku dr. M. Saleh Tualeka, Sp.M., M.Kes.  (MT-01)